Srikandi BUMN Indonesia menyelenggarakan Peringatan Hari Kartini 2021 bertajuk “Woman in Leadership: Achieving a Competitive and Igniting Change.”

Redaksi Srikandi BUMN Avatar

Raden Ayu Kartini, salah satu dari sedikit tokoh hak perempuan di masanya, akan berusia 142 tahun pada tahun ini. Tepat di saat pandemi bernama COVID-19 mengurung tidak hanya perempuan tapi seluruh warga dunia di dalam rumah mereka.

Namun perjuangan untuk mewujudkan mimpi besar Kartini memang masih jauh dari usai sekalipun tokoh-tokoh perempuan Indonesia terus bermunculan.

Dalam upaya untuk tetap menjaga momentum tersebut, Forum Human Capital Indonesia (FHCI) melalui Srikandi BUMN Indonesia, berkoordinasi dengan Kementerian BUMN akan menyelenggarakan rangkaian Peringatan Hari Kartini BUMN yang bertajuk “Woman in Leadership: Achieving a Competitive and Igniting Change” atau “Perempuan dalam Kepemimpinan: Meraih Keunggulan Kompetitif dan Memicu Perubahan” pada 20 April 2021 sebagai bentuk upaya peningkatan pemberdayaan perempuan.

Hal ini selaras dengan harapan Menteri BUMN Erick Thohir untuk mencapai target kepemimpinan perempuan di jajaran tinggi BUMN sebanyak 15 persen pada 2021, 20 persen pada 2022 dan 30 persen pada 2023.

Acara puncak peringatan itu akan menghadirkan dua pegiat hak asasi perempuan dunia yaitu UN Women Indonesia Representative and Liaison to ASEAN Jamshed M. Kazi dan Dewan Penasihat SDG Academy Indonesia Erna Witoelar.

Sekilas tentang Pembicara

Erna Witoelar

Andi Erna Anastasjia Walinono atau yang lebih dikenal dengan nama Erna Witoelar merupakan Utusan Khusus PBB untuk Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) di Asia Pacific pada tahun 2003 hingga 2007.

Perempuan yang dilahirkan di Danau Tempe, Sulawesi Selatan pada 6 Februari 1947 itu menempuh pendidikan di Jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung, di mana ia pernah menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Mahasiswa Bandung (PMB) pada tahun 1970. Setelah lulus pada tahun 1974, Erna langsung terlibat dengan kegiatan Yayasan Lembaga Konsumen (YLK).

Erna juga giat dalam mempelajari organisasi konsumen di Austria, Belanda, Belgia, hingga Inggris. Pengalamannya menjadikan ia dipilih sebagai konsultan Unido (PBB) di Ankara, Turki.

Pada tahun 1981, Erna juga sempat menjadi Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI). Ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah pada Kabinet Persatuan Nasional. Saat ini, selain menjadi Dewan Penasihat SDG Academy Indonesia, ia masih menjabat sebagai Dewan Pengurus Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI).

Jamshed Kazi

Jamshed M. Kazi adalah UN Women Representative for Indonesia and Liaison to ASEAN dari 2019 hingga sekarang. Ia berkewarganegaraan Bangladesh dan merupakan lulusan dari Harvard Kennedy School of Government dengan gelar Master of Public Administration (M.P.A.) pada 2010.

UN Women merupakan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berdedikasi untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Upaya UN Women didasarkan pada keyakinan dasar bahwa setiap perempuan berhak menjalani hidup yang bebas dari kekerasan, kemiskinan, dan diskriminasi, dan bahwa kesetaraan gender merupakan prasyarat dalam tercapainya pembangunan global. Sebelumnya, Jamshed Kazi merupakan Global Manager Democratic Governance Group United Nations Development Programme (UNDP) dari tahun 2010 hingga 2014. Karirnya berlanjut sebagai Director a.i. for Oslo Governance Center UNDP pada 2014 – 2015 di Norwegia. Jamshed Kazi juga adalah Country Representative of UN Women  Pakistan selama tahun 2015 hingga 2019.  

Leave a Reply