Srikandi BUMN Bersama IBCWE Berbagi Perspektif Pemberdayaan Perempuan di Dunia Bisnis dan Kesetaraan Gender di Lingkungan Kerja

Redaksi Srikandi BUMN Avatar

Foto: Dokumentasi Srikandi BUMN

Sabtu, 14 Agustus 2021 – Srikandi BUMN berkolaborasi dengan IBCWE (Indonesia Business Coalition for Women Empowerment) menyelenggarakan Sharing Session yang mengangkat tema Empower Women in Business guna memberikan edukasi tentang pemberdayaan perempuan di dunia bisnis untuk mendorong upaya peningkatan kesetaraan gender di lingkungan kerja.

IBCWE merupakan koalisi perusahaan yang berkomitmen dalam mempromosikan peran ekonomi dari perempuan dan kesetaraan gender di dunia kerja untuk mendukung peningkatan pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender di lingkungan kerja.

Kegiatan Sharing Session diselenggarakan secara virtual melalui Microsoft Teams yang dibuka oleh Ketua IV Bidang Komunikasi dan Kerjasama Srikandi BUMN Emma Sri Martini.

Dalam sambutannya Emma mengatakan bahwa kegiatan Sharing Session Srikandi BUMN pada edisi kali ini diharapkan dapat mendukung upaya regenerasi kepemimpinan perempuan dan mendorong peningkatan porsi kepemimpinan perempuan di C-Level.

Acara Sharing Session Srikandi BUMN kali ini menghadirkan Maya Juwita (Executive Director IBCWE) sebagai narasumber yang dipandu oleh A.A.A Indira Pratyaksa (VP Corporate Culture & Business Partner) sebagai moderator.

Executive Director IBCWE Maya Juwita dalam paparannya menjelaskan beberapa benchmark global dalam pemberdayaan perempuan serta riset-riset yang mendukung dari pemberdayaan perempuan secara global.

Sejumlah riset yang dilakukan terhadap kepemimpinan perempuan di dunia saat ini menunjukkan bahwa pemimpin perempuan cenderung dapat mengungguli pemimpin laki-laki, pemimpin perempuan memegang standar tinggi dan para karyawan cenderung lebih memilih memiliki pemimpin perempuan di perusahaan.

Selanjutnya survey yang dilakukan oleh BAV Consulting Group menyatakan bahwa terdapat 10 kompetensi yang dibutuhkan oleh pemimpin modern yakni: Expressive, Plans For Future, Decisive, Reasonable, Loyal, Flexible, Patient, Resilient, Intuitive dan Collaborative

“Berdasarkan hasil riset yang kami kutip juga menyatakan bahwa 77% perusahaan setuju keberagaman dan kesetaraan gender akan memperbaiki performa bisnis” ujar Maya

Maya menyampaikan menurut laporan yang dirilis oleh Grant Thorton Women in Business Report 2020 disebutkan bahwa saat ini Indonesia menempati peringkat 4 di dunia dalam porsi kepemimpinan perempuan di lingkup bisnis.

Persentase perempuan di jajaran senior managemen di Indonesia tercatat pada 37%, masih dibawah Filipina di peringkat teratas dengan 43% dan diikuti oleh Afrika Selatan 40% dan Polandia 38%.

“Perempuan sebenarnya bisa untuk berada di bidang-bidang pekerjaan yang saat ini identik dengan pekerjaan laki-laki, namun yang menjadi persoalan adalah tidak adanya kesempatan yang diberikan kepada perempuan,” kata Maya

Perusahaan dapat meningkatkan pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender di lingkungan kerja dengan cara antara lain mempertimbangkan kesempatan untuk menghapus stereotip dan gender bias di perusahaan yang akan membatasi perempuan mencapai posisi pimpinan.

Selain itu yang dapat dilakukan adalah mempertimbangkan penilaian berbasis kinerja, mempertimbangkan program pendampingan karyawan, dukungan kesehatan mental dan dampak jangka panjang terhadap staff, pemberlakuan kebijakan perusahaan yang fleksibel dan transformasi kebijakan yang memperluas kesempatan perempuan untuk berkembang.

Ikuti berita-berita Srikandi BUMN untuk mendapatkan informasi terkini tentang kami melalui media sosial

Website: www.srikandibumn.org

Instagram: srikandi.bumnindonesia

Twitter: @srikandibumn

Youtube: Srikandi BUMN

Hubungi Kami : Sekretariat FHCI dan Srikandi BUMN Gedung Plaza Mandiri Lt 28

Leave a Reply