FEB Unpad melalui program studi MMKMT (Magister Manajemen Keuangan Mikro Terpadu) berkolaborasi dengan SDM Cendekia, Kadin Indonesia, Majalah SWA, Peruri dan LKBN ANTARA menyelenggarakan webinar yang mengangkat tema Industri Kreatif: Bangkit di Masa Sulit pada Sabtu, 21 Agustus guna membahas kiat bagaimana Industri Kreatif dapat bangkit di masa pandemi yang dihadiri oleh para akademisi, praktisi UMKM Industri Kreatif dan Mahasiswa.
Kegiatan webinar diselenggarakan secara virtual melalui Zoom Meetings yang dibuka oleh Dekan FEB Unpad Prof. Dr. Nunuy Nur Afiah dilanjutkan dengan Keynote Speech oleh Ketua Umum Kadin Ir.H. Eddy Ganefo, MM.
Acara ini turut menghadirkan Direktur Produksi Peruri Dr. Saiful Bahri, Direktur Keuangan & SDM Umum LKBN ANTARA Nina Kurnia Dewi yang kebetulan adalah Pengurus Srikandi BUMN dan FHCI, Managing Editor Majalah SWA Teguh S Pambudi dan Ketua Program MMKMT FEB Unpad Dr. Asep Mulyana sebagai narasumber.
Direktur Produksi Peruri Dr. Saiful Bahri dalam paparannya menjelaskan bahwa peran subsektor ekonomi kreatif di Indonesia hingga saat ini menunjukkan tren peningkatan dimana jumlah kontribusi nya terus meningkat sejak tahun 2015.
“Berdasarkan data OPUS Ekonomi Kreatif 2020 kontribusi subsektor ekonomi kreatif terhadap PDB Nasional diperkirakan mencapai Rp 1.100 triliun dan menyumbang sekitar 7,28 persen dari total keseluruhan PDB Nasional†ujar Saiful
Di sesi selanjutnya, Direktur Keuangan & SDM Umum LKBN ANTARA Nina Kurnia Dewi dalam paparannya menjelaskan ekonomi di Indonesia didominasi oleh 3 subsektor yakni kuliner, Fashion dan Kriya.
Tantangan selanjutnya yang dihadapi dalam ekonomi kreatif saat ini adalah GIG Economy dimana para pekerja saat ini didominasi oleh yang memiliki kontrak kerja jangka pendek (freelance) dengan keterampilan khusus.
Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini menjadi tantangan bagi ekonomi kreatif, bukan hanya tantangan dari segi bisnis namun juga tantangan dari segi sumber daya manusia dimana semua pihak dituntut untuk bisa bertransformasi.
“Yang diperlukan oleh pemimpin dalam bertransformasi di era saat ini adalah memiliki Digital Mindset, Berpikir Kritis, Berinovasi dan Kecerdasan Emosional†Ujar Nina.
Selanjutnya Managing Editor Majalah SWA Teguh S Pambudi dalam paparannya menyampaikan kondisi dan tantangan industri animasi di Indonesia dimana masih dikuasai oleh animasi asing sekitar 80% yang tayang di TV saat ini.
“Berdasarkan Laporan yang dirilis oleh Indonesia Animation Report tahun 2020 nilai produksi industri animasi di Indonesia mencapai 600-800 Miliar dimana terdapat 155 Studio Animasi dengan 5771 Pekerja†kata Teguh.
Dengan berbagai tantangan yang harus dihadapi khususnya di masa pandemi menuntut industri kreatif untuk terus beradaptasi dan bertransformasi sehingga bisa terus menghasilkan inovasi-inovasi yang dibutuhkan dalam upaya untuk tetap bertahan di masa pandemi.


















Leave a Reply