Smart Investing Series: Cerdas Berinvestasi Masa Kini Hidup Sejahtera di Masa Nanti

Redaksi Srikandi BUMN Avatar

Jumat, 25 Februari 2022 – Belakangan ini, investasi menjadi isu yang diminati oleh berbagai kalangan, tak terkecuali bagi para Srikandi atau perempuan yang bekerja dan berpenghasilan. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat bahwa jumlah investor pasar modal pada September 2021 meningkat 65,73% dibandingkan dengan akhir 2020. Hal ini mengindikasikan bahwa minat masyarakat untuk berinvestasi meningkat. Meskipun begitu, masih terdapat masyarakat yang belum memiliki literasi mengenai produk investasi dengan baik, sehingga maraknya kasus investasi bodong menjadi perhatian pemerintah.

Sebagai upaya untuk meningkatkan literasi keuangan dan kesadaran investasi, Srikandi BUMN yang didukung oleh Srikandi Bank Mandiri menyelenggarakan webinar “Smart Investing Series: Cerdas Berinvestasi Masa Kini, Hidup Sejahtera di Masa Nanti” dengan menghadirkan berbagai narasumber. Acara ini diselenggarakan secara online melalui platform Zoom Meeting yang dihadiri oleh kurang lebih 600 peserta.

Webinar Smart Investing Series merupakan program dari Bidang III Kesehatan dan Kesejahteraan dimana kedepannya akan menjadi kegiatan rutin yang akan dikemas dengan berbagai tema yang menarik dan relevan seputar investasi dan keuangan.

Webinar Smart Investing Series kali ini menghadirkan Prita Ghozie (Principal Consultant & CEO ZAP Finance), Sophie Navita (TV Host/Certified Healthchef), Theodora V.N.Manik (Direktur Mandiri Sekuritas) dan Asri Natanegeri (VP Wealth Management Group Bank Mandiri) sebagai narasumber dan dipandu Riska Lavinia (Wealth Specialist & Advisory Bank Mandiri) sebagai moderator

Ketua FHCI Alexandra Askandar menyambut baik kegiatan kali ini karena mengangkat tema yang relevan dengan tantangan yang dihadapi perempuan masa kini. Ditengah semakin banyaknya produk investasi yang terus berkembang para perempuan perlu mendapatkan edukasi mengenai ragam instrumen investasi yang ada beserta risikonya dengan cermat, sehingga para perempuan dapat mengelola keuangannya dengan baik dan harapan hidup sejahtera di masa nanti bisa betul-betul terwujud.

Sementara itu Ketua Srikandi BUMN Tina T Kemala Intan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini karena sesi ini sangat diperlukan terutama untuk memberikan edukasi pengelolaan keuangan dan secara konsisten mengajak para Srikandi BUMN agar berani memulai investasi yang sesuai dengan profil risiko nya sehingga bisa menyiapkan keuangan yang baik di masa depan.

Prita Ghozie dalam paparannya menyampaikan tiga pilar penting yang perlu dipahami oleh para perempuan dalam tahapan mencapai financial well being yakni financial security, financial stability dan financial sustainability. “Seringkali kita para perempuan hanya concern dengan financial stability tapi terkadang lupa dengan bagaimana kita membangun financial sustainability untuk keuangan masa depan”.

“Menurut riset sekitar 40% milenial membelanjakan lebih banyak uang atau berutang untuk mengikuti gaya hidup teman-teman di sekitarnya, tentu hal ini perlu dihindari oleh kita karena berbahaya. Oleh karena itu kita perlu membuat perencanaan keuangan dengan baik dan tidak FOMO dengan mudah terpengaruh oleh tren yang sedang berkembang,” ujar Prita

Theodora Manik menyampaikan pihaknya memproyeksikan pemulihan ekonomi paskapandemi akan berlanjut yang tercermin dalam kondisi bursa IHSG saat ini. Theodora memprediksi bahwa IHSG di tahun 2022 bisa meningkat di angka 7400 dari angka per bulan Februari yang sebesar 6888. Hal ini tentu menjadi peluang bagi para investor yang memilih untuk memulai investasi pada pasar saham

Pada sesi selanjutnya, Sophie Navita menyampaikan pentingnya untuk mengenali diri sendiri dan mengetahui profil risiko investasi yang dimiliki. Hal ini akan berkorelasi dengan produk yang akan dipilih dalam mencapai tujuan yang dituju agar bisa menyiapkan diri dari berbagai risiko yang akan terjadi ketika memilih produk investasi yang diinginkan

Asri Natanegeri di sesi terakhir memaparkan beberapa prinsip yang perlu dipegang untuk mengetahui tujuan investasi yang diinginkan: ingin menembus inflasi atau mencapai tujuan keuangan. Selain itu terdapat tiga aspek yang perlu di perhatikan, yakni saving (terkait likuiditas sehingga dana bisa diakses kapan saja dalam keadaan mendesak), investasi (untuk jangka panjang seperti pensiun dan pendidikan) dan proteksi yang tidak bisa digantikan dengan investasi),

Ikuti berita-berita Srikandi BUMN untuk mendapatkan informasi terkini tentang kami melalui media sosial:

Website: www.srikandibumn.org

Instagram: srikandi.bumnindonesia

Twitter: @srikandibumn

Youtube: Srikandi BUMN

Hubungi Kami : Sekretariat FHCI dan Srikandi BUMN Gedung Plaza Mandiri Lt 28

Leave a Reply