Srikandi BUMN Menggelar Sharing Session Pentingnya Kesadaran akan Kesehatan Mental Bagi Perempuan di BUMN

Redaksi Srikandi BUMN Avatar

Srikandi BUMN kembali menyelenggarakan Sharing Session bagi para perempuan dalam acara Wellness Series 2 – Mental Health pada Jumat (30/09). Webinar Srikandi BUMN dengan tema What to Know, What to Do yang membahas seputar kesehatan mental bagi para pekerja khususnya perempuan serta cara meregulasi emosi dengan baik agar terhindar dari bahaya gangguan kesehatan mental yang dapat terjadi di dunia kerja itu diikuti kurang lebih 600 peserta yang mengikuti melalui Zoom Meeting dan Live Youtube Srikandi BUMN.

Pada kesempatan itu, turut hadir Bendahara Srikandi BUMN Ibu Winarsih Budiriani dan beberapa narasumber inspiratif yang ahli di bidangnya yakni dr Jiemi Adrian, SpKJ (Psikiater, Guru Mindfulness Internasional & Penulis Buku Self-Development) dan Roslina Verauli, M.Psi (Psikolog Klinis Anak, Remaja dan Keluarga). Acara itu dipandu oleh Kepala Departemen Human Capital PT HK Realtindo Bunga Permatasari sebagai moderator.

Ibu Winarsih Budiriani dalam sambutannya menyampaikan dengan aktivitas pekerjaan yang semakin meningkat saat ini, para pekerja rawan mengalami kelelahan yang akan mempengaruhi performa karyawan dalam bekerja dan fenomena ini tidak hanya terjadi pada perempuan namun seluruh karyawan. Oleh karena itu pengetahuan yang baik mengenai menjaga kesehatan mental diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan dan perusahaan secara umum.

“Webinar Srikandi BUMN Wellness Series Ep 2 – Mental Health kali ini hadir untuk menjawab tantangan bagaimana meningkatkan kesehatan diri dan keluarga bagi para pekerja perempuan di masyarakat, “ kata Ani.

Ia juga menegaskan bahwa penting bagi para perempuan dalam menjalankan perannya untuk mencapai keseimbangan agar dapat melahirkan prestasi dan kontribusi bagi kemajuan perusahaan.

dr Jiemi selaku pembicara pertama dalam Webinar kali ini menyampaikan paparan seputar kesehatan mental, salah satunya terkait kapan seseorang mengalami gangguan jiwa yaitu ketika ada distress (penderitaan), disability (ketidak mampuan), deviance (ada perubahan) dan danger (perilaku yang membahayakan).

“Salah satu stigma yang melekat terkait dengan kesehatan mental di masyarakat adalah kurangnya rasa bersyukur, masing-masing individu yang mulai melemah, kurang ibadah, dan menjadi aib bagi keluarga. Karena itu dalam menjaga kesehatan mental yang baik penting bagi kita untuk tetap connect with others, terhubung dengan orang lain yang bermakna untukmu. Dan yang terpenting adalah jangan ragu untuk mencari bantuan dari profesional ketika dibutuhkan” kata Jiemi

Pada sesi selanjutnya Roslina berbagi mengenai cara mengatasi konflik yang muncul dalam keluarga dengan sehat yaitu dengan melakukan pola komunikasi yang baik untuk menjalin kedekatan dengan keluarga. Beberapa tahapan yang perlu diidentifikasi adalah kenali dan klarifikasi masalah yang terjadi, pahami kebutuhan pribadi dan anggota keluarga, identifikasi solusi dari permasalahan yang muncul dan bagaimana membuat kesepakatan untuk menyelesaikan masalah yang muncul.

“Tips untuk menjaga kesehatan mental yang baik yakni menemui orang yang anda percaya, menemui profesional dalam hal ini psikiater, mencari dukungan dari lingkungan sekitar atau komunitas dan menyibukkan diri dengan menekuni berbagai aktivitas positif seperti membaca buku di perpustakaan, berolahraga secara teratur dan sesekali memikirkan rencana untuk berlibur sehingga bisa enjoy our life”. tutup Roslina.

Leave a Reply