
Di tengah transformasi BUMN yang semakin dinamis dan kompetitif, kehadiran pemimpin perempuan yang visioner menjadi elemen penting dalam membentuk arah kepemimpinan masa depan. Fikha Lutfi, dikenal oleh komunitas Srikandi BUMN dengan panggilan Kak Fikha adalah Ketua Srikandi BUMN, tampil sebagai sosok strategis yang tidak hanya memimpin, tetapi juga mempersiapkan ekosistem kepemimpinan perempuan di BUMN untuk berkembang secara berkelanjutan.
Di bawah kepemimpinan Kak Fikha, Srikandi BUMN mengedepankan misi utama untuk memfasilitasi tersedianya talenta terbaik dari para leader perempuan BUMN serta tersedianya lingkungan kerja yang inklusif dan aman. Tujuan dari misi tersebut adalah untuk mempersiapkan pemimpin perempuan yang kompeten, inovatif, inklusif dan memimpin perubahan di BUMN. Kak Fikha mengatakan bahwa penguatan kapasitas Srikandi BUMN dapat dilakukan melalui program capacity building, mentoring dan pelibatan mentoring perempuan dalam berbagai forum strategis. Salah satu pendekatan khasnya adalah dengan menggandeng satu level di bawah jajaran Direksi (BOD minus satu) agar regenerasi kepemimpinan dapat berjalan efektif dan inklusif.
“Saya percaya bahwa kesuksesan tidak bisa diraih sendiri, saya pun banyak belajar dari periode sebelumnya yang sudah memiliki banyak program yang aplikatif dan memberikan dampak bagi komunitas perempuan BUMN dan masyarakat. Hal yang tak kalah penting juga adalah menciptakan kolaborasi lintas generasi.” Ujar Kak Fikha.
Prinsip kolaborasi tersebut tercermin dalam upayanya menciptakan bonding tim yang solid, membangun kredibilitas serta membentuk sudut pandang yang terbuka agar para pendatang baru dapat melihat peran pemimpin secara utuh. Bagi Kak Fikha, interaksi dan saling mengenal bersama tim sangat penting sebagai upaya saling mengenal lebih dekat.
Ia menambahkan bahwa jika seorang pemimpin mampu mengenal timnya dengan baik maka koordinasi kerja dan berbagai kegiatan lainnya tidak akan menemui hambatan besar. Begitu pula dalam menanamkan konsep pemberdayaan perempuan di dalam perusahaan, menurut Kak Fikha bukan hanya dari sisi perempuannya saja yang diberdayakan namun dari sisi laki-laki pun wajib diselaraskan proses pemberdayaannya melalui berbagai pemahaman terhadap arti inklusif, well being dan kolaborasi sehingga tercipta kerja sama yang solid, penuh pengertian dan dapat saling mendukung. Contohnya, saya yang lingkup kerjanya di industri yang didominasi pria sangat concern untuk dapat menciptakan kolaborasi bersama lintas gender. Ujar Kak Fikha.
Kak Fikha juga menempatkan konsep partnership collaborative sebagai elemen penting dalam program Srikandi BUMN, terutama dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, misalnya dengan UN Women bekerja sama mempromosikan pemberdayaan perempuan melalui WEPs ( Women’s Empowerment Principles) termasuk berkolaborasi dengan masyarakat misalnya melalui program seperti “Srikandi Movement” yang mengajak masyarakat belajar memasak dan dari hasil belajar tersebut dapat dikembangkan manfaatnya baik untuk mereka secara pribadi atau membangun entrepreneurship. Hal ini menjadi contoh konkret aksi kolaboratif yang berorientasi pada pemberdayaan.
Sebagai seorang pemimpin dengan visi yang jelas, Kak Fikha menekankan pentingnya clear purpose dalam setiap gerakan tim. Ia selalu mengingatkan anggota tim untuk kembali ke satu tujuan bersama: memberdayakan, menginspirasi, dan mendorong kemajuan perempuan di lingkungan BUMN.
Di balik kesibukannya, Kak Fikha juga memahami pentingnya menjaga kesehatan mental dan keseimbangan hidup. Bermain golf dan tenis menjadi aktivitas relaksasinya membangun quality time bersama keluarga, selain membaca novel ringan dan buku psikologi seputar well-being dan kesehatan mental. Inilah yang membuat pendekatannya sebagai pemimpin terasa autentik dan menyentuh berbagai dimensi kehidupan.
Kepemimpinan Kak Fikha Lutfi di Srikandi BUMN bukan hanya tentang peran struktural, tetapi juga tentang gerakan. Gerakan untuk menyatukan kekuatan perempuan, mengangkat mereka ke jenjang yang lebih tinggi dan menciptakan ekosistem kerja yang kolaboratif, inklusif, serta berdaya saing tinggi. Sebuah langkah maju yang memberi harapan dan peluang bagi generasi Srikandi selanjutnya.


















Leave a Reply