Dampak Kepemimpinan Micromanaging dalam Pekerjaan

Redaksi Srikandi BUMN Avatar

Srikandi, jika pernah mengalami pekerjaan dikontrol terlalu sering oleh atasan, selalu ditanyakan progress detailnya setiap saat dengan jeda yang sangat pendek hingga memperlambat eksekusi ide karena terlalu banyak hal yang dikomentari dan harus direvisi berkali-kali, ini adalah kondisi micromanaging dari seorang pemimpin..

Menurut sebuah penelitian Harvard Business Review, dijelaskan bahwa micromanaging adalah cara kepemimpinan yang frekuensi pengawasannya berlebihan bahkan cenderung mencampuri terlalu dalam terhadap pekerjaan bawahannya. Disebutkan juga bahwa gaya kepemimpinan micromanaging ini cenderung memberikan dampak negatif terhadap kerja tim.

Dampak negatif micromanaging terhadap tim kerja

1. Berkurangnya motivasi

Tim kerja lambat laun akan berkurang motivasinya jika selalu diawasi dan dipertanyakan setiap pergerakannya. Motivasi yang terbentuk berasal dari sebuah kepercayaan atasan, tim kerja yang diberikan kepercayaan selalu mengusahakan untuk berbuat yang terbaik sebagai kontribusi yang ingin diberikannya. Jika atasan terlalu mengontrol maka tim kerja pun akan merasa bahwa inisiatifnya selalu salah, tidak cocok dan berujung merasa tidak berguna.

Akibatnya dari menurunnya motivasi kerja tersebut maka tim kerja hanya akan mengandalkan atasan saja dalam berbagai hal dan cenderung menunggu apa yang diputuskan atasan karena mereka takut disalahkan dan tidak berani mengambil risiko.

2. Menghambat kreativitas dan inovasi

Ide kreatif tim kerja yang seharusnya didukung oleh atasan jangan sampai dipatahkan dengan aksi yang menunjukkan ketidak percayaannya melalui over control setiap saat, ditambah sikap atasan yang menanggapi inisiatif tersebut dengan melakukan banyak koreksi mendetail tanpa memberi kesempatan kepada tim kerja untuk mengeksekusinya.

Padahal ide tersebut adalah bagian dari kontribusi karya untuk kemajuan perusahaan. Dampak tidak ada apresiasi terhadap ide dan inisiatif tersebut, tim kerja menjadi tidak percaya diri dalam menampilkan kreativitasnya karena merasa tidak yakin atasan akan menerima pemikiran kreatif dan inovatifnya tersebut.

3. Berpotensi burnout

Tim kerja yang selalu mendapatkan perlakuan micromanaging dari atasannya dapat menimbulkan tekanan mental akibat diliputi rasa cemas dan perasaan tidak berharga dalam upaya kontribusinya. Situasi ini berakibat juga pada suasana kerja yang tidak nyaman karena hubungan sosial menjadi kaku.

Dampak negatif micromanaging terhadap tim kerja

1. Kepemimpinan kurang efektif

Pemimpin yang efektif adalah yang mampu berpikir strategis dan visioner, dalam hal ini pemimpin memiliki porsi tugas utama untuk memikirkan langkah-langkah strategis yang perlu diambil sebagai upaya keberlanjutan perusahaan. Jika pemimpin menghabiskan sebagian besar waktunya hanya untuk fokus hal detail maka kemampuan strategisnya berpotensi menurun.

2. Produktivitas menurun

Pemimpin yang waktu dan energinya habis untuk berbagai persoalan kecil yang sebenarnya dapat didelegasikan kepada tim kerja, menyebabkan porsi kerja atasan tersebut menjadi berlebihan. Jika sudah overload maka keputusan strategis dapat terbengkalai.

Pekerjaan utama yang harus dikerjakan menjadi banyak yang tertunda bahkan tidak berjalan sebagaimana mestinya dan kegiatan operasional perusahaan menjadi terhambat.

3. Menurunkan loyalitas tim kerja

Perusahaan menjadi tidak berfungsi sebagai rumah kedua bagi para karyawannya disebabkan gaya kepemimpinan micromanaging yang membuat karyawan merasa dikekang dengan pengawasan berlebihan. Setiap karyawan memiliki keinginan untuk selalu berkembang dalam menjalankan kemampuannya agar memiliki portofolio sebagai manifestasi pekerjaannya.

Sebagian karyawan yang memiliki pemikiran terbuka dan berpotensi tinggi, cenderung memilih mengundurkan diri dari perusahaan karena ingin memperoleh kemajuan kariernya melalui proses bertumbuh yang tidak selalu diarahkan berlebihan menurut kehendak pimpinan saja.

Apakah ada dampak positifnya?

Gaya kepemimpinan micromanaging dampak positifnya terbatas pada kondisi tertentu saja dan bersifat jangka pendek. Misalnya untuk berbagai proyek yang berhubungan dengan reputasi dan keselamatan orang banyak seperti di rumah sakit, laboratorium, penerbangan dan pekerjaan di tempat-tempat objek vital nasional. Dampak positif ini hanya bersifat sementara, jika tim kerja telah menguasai lapangan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam perusahaan maka sebaiknya dialihkan menjadi pendampingan coaching yang mengantarkan para karyawan atau tim kerja pada kemandirian kerjanya.

Micromanaging bisa bermanfaat dalam situasi tertentu, seperti proyek yang butuh ketelitian tinggi. Namun, jika dilakukan terus menerus, gaya ini justru membuat suasana kerja menjadi tegang dan menurunkan semangat tim. Pemimpin yang memberi kepercayaan dan mendorong kemandirian akan membantu tim tumbuh lebih kuat, kreatif dan bekerja dalam suasana yang sehat serta produktif.

Tagged in :

One response to “Dampak Kepemimpinan Micromanaging dalam Pekerjaan”

  1. JERNIH Avatar
    JERNIH

    TIDAK MENGERTI SAYA

Leave a Reply