Mengenal Kebaya, Tips Padu Padan Hingga Cara Merawatnya

womanbumn@gmail.com Avatar

Hari Kebaya Nasional diperingati setiap tanggal 24 Juli yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023 sebagai upaya melestarikan budaya Indonesia melalui busana perempuan yang menjadi identitas bangsa Indonesia. Kebaya telah menemani wanita Indonesia dalam berbagai aktivitas bahkan peristiwa penting dari masa ke masa. Peristiwa penting itu salah satunya adalah pada penyelenggaraan Kongres Wanita Indonesia (KWI) yang dilansir dari Liputan6.com, 2023 bahwa pada saat itu, seluruh peserta kongres mengenakan pakaian kebaya.

Kebaya yang memperoleh pengakuan secara global melalui penetapan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO pada tanggal 4 Desember 2024 memperkuat identitas bangsa yang bernilai. Pengakuan tersebut menambah nilai kolaborasi dengan empat negara Asia Tenggara lainnya di antaranya Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura dan Thailand.

Momentum Hari Kebaya Nasional bukan sekadar peringatan formalitas sesaat namun dapat menjadi refleksi dalam menggali makna lebih dalam terhadap peran perempuan di masa kini. Melalui kebaya, dapat menumbuhkan ekosistem dalam pertumbuhan budaya, ekonomi dan sosial sebagai berikut:

1. Wujud Nasionalisme

Dengan mengenakan kebaya di berbagai acara maka kebaya tidak dianggap sebagai busana kuno lagi melainkan sebuah busana yang adaptif dan fleksibel sehingga nyaman dipakai, moment ini  sebagai wujud rasa cinta terhadap warisan budaya nusantara dengan selalu menghadirkan kebaya dalam berbagai kesempatan.

2. Mendorong UMKM

Meningkatnya peminat kebaya bahkan dari kalangan generasi muda yang mulai percaya diri memakai kebaya dengan modifikasi kekinian membuat industri pakaian kebaya mulai menjamur dengan berbagai inovasi dan kreativitasnya. Pelaku UMKM yang memproduksi kebaya pun tidak kehabisan ide dalam memproduksi berbagai desain dan motif kebaya berdasarkan permintaan konsumennya. Bahkan kini kebaya dapat disesuaikan bentuknya dengan desain yang diinginkan.

3. Menghadirkan Semangat dan Makna dari Leluhur

Sebagai wanita Indonesia yang selalu menghadirkan kebaya akan merasakan kehadiran spirit para leluhur yang selalu menekankan bahwa sebagai wanita harus menjaga harkat dan martabat di manapun berada dengan berpakaian yang santun dan anggun. Dengan kebaya juga selalu mengingatkan nilai-nilai ketimuran yang wajib dijunjung tinggi. Kebaya pun dapat mengingatkan betapa orang tua dan nenek moyang bangsa Indonesia selalu menegakkan prinsip-prinsip baik yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti membantu orang tua di dapur, menjalankan nasihat baiknya serta menjaga diri.

Tips Padu Padan Kebaya

Kebaya yang kini fleksibel dapat menjadi penambah daya tarik yang otentik bagi setiap pemakainya, berikut adalah tips padu padan kebaya yang dapat dicoba oleh Srikandi:

1. Sesuaikan dengan tema acara, misalnya untuk acara formal dapat dipilih kebaya berbahan brokat atau sutra dengan detail aksesoris penyerta berbentuk bros atau kalung mutiara. Sedangkan untuk acara yang lebih kasual bisa menggunakan kebaya berbahan katun bordir atau velvet polos dengan aksesoris yang senada.

2. Pilih model kebaya sesuai selera, misalnya kebaya kartini, kebaya kutu baru, kebaya encim atau kebaya daerah-daerah di Indonesia yang memiliki ciri khas.

3. Padanan kebaya untuk acara formal tentu saja sebaiknya menggunakan kain batik, ulos, songket atau kain sasirangan. Bisa disesuaikan dengan wastra dari ciri khas daerah di Indonesia. Sedangkan untuk acara semi formal, Srikandi dapat memadukan dengan rok batik, rok span, palazzo atau kulot.

Kebaya juga dapat digunakan untuk acara yang lebih kasual misalnya untuk acara pertemuan arisan, reuni atau meeting pekerjaan, kebaya casual dapat dipadukan dengan celana jeans atau celana berbahan cordura.

Cara Perawatan Kebaya

Kebaya agar tampak cantik dan awet maka diperlukan perawatan khusus sebagai berikut:

1. Cuci manual, mencuci kebaya agar aman dan terjaga, sebaiknya cuci sendiri di rumah dengan menggunakan deterjen khusus. Cukup direndam dengan air dingin dan deterjen khusus lalu kucek halus. Jika terdapat banyak manik-manik, sebaiknya rendam dan gerakkan secara halus di dalam rendaman deterjen tersebut. Setelahnya, jemur di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung dengan diangin-anginkan.

2. Setrika dengan suhu rendah dan simpan pada hanger khusus agar kebaya tidak terkena debu dan tidak berubah bentuk di area bahu. Gantung di lemari yang agak lapang.

Kebaya sebagai simbol keanggunan wanita yang filosofis selain wajib dilestarikan juga disarankan selalu dihadirkan dalam setiap kesempatan agar mencerminkan identitas bangsa yang melekat kuat dengan  komitmen menjunjung tinggi nilai-nilai warisan budaya yang kokoh. 

Tagged in :

Leave a Reply