
Cuti kerja merupakan salah satu hak karyawan yang dapat memberikan manfaat berupa kesehatan fisik, mental dan semangat dalam meningkatkan produktivitas kerja dalam jangka panjang. Dilansir dari Harpers Bazaar, menurut Dr.Amanda Jones, Dosen King’s Business School England, dijelaskan bahwa cuti kerja bukan sekadar melepaskan rutinitas sesaat namun cuti kerja juga memberikan kontribusi baik terhadap performa kerja yang produktif dengan berbagai ide segarnya melalui ruang yang menjadi hak privasinya. Dengan memanfaatkan ruang privasi secara maksimal melalui cuti kerja, karyawan berkesempatan untuk mengisi ulang kembali energinya dengan yang baru.
Bagi Srikandi yang memiliki rutinitas dan aktualisasi penuh di jam kerja dapat mengisi ulang energi tersebut dengan fokus sekaligus menikmatinya agar hasil dari cuti kerja tersebut dapat menghasilkan semangat baru, ide-ide kreatif yang lebih bervariasi sehingga menumbuhkan rasa memiliki yang lebih besar lagi bagi perusahaan.
Supaya masa cuti Srikandi menghasilkan kondisi yang lebih prima baik secara fisik dan mental serta dapat mempermudah tim yang didelegasikan pekerjaan di masa cuti maka 10 langkah berikut ini dapat dicoba:
1. Buat Perencanaan dari Jauh Hari
Perencanaan yang matang adalah salah satu kunci agar cuti berjalan lancar dan sesuai harapan. Merencanakan cuti dapat melalui beberapa langkah berikut ini:
a. Pilih waktu cuti di masa perusahaan tidak sedang berada di masa sibuk seperti adanya program peluncuran produk, audit, pengurusan tender atau penetapan proyek penting.
b. Ajukan cuti dua minggu sebelumnya agar atasan dan rekan kerja dapat menyesuaikan penanganan dan beban kerja yang didelegasikan.
c. Koordinasi dan handover sementara berjalan smooth.
2. Selesaikan Pekerjaan Prioritas Sebelum Cuti
Buat daftar pekerjaan-pekerjaan prioritas yang perlu diselesaikan dengan cepat terutama untuk berbagai pekerjaan yang tidak bisa didelegasikan karena pekerjaan tersebut merupakan inti yang mendukung operasional perusahaan supaya tidak terhambat pada saat Srikandi menjalani masa cuti tersebut.
Selain itu, dengan mengerjakan berbagai pekerjaan prioritas sebelum cuti juga dapat meringankan beban kerja di saat cuti selesai sehingga tidak terlalu menumpuk. Pikiran pun menjadi tenang saat menjalani cuti.
3. Delegasikan Tugas dengan Jelas
Mendelegasikan pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh tim atau rekan kerja akan menambah profesionalitas dan tanggung jawab agar kegiatan operasional perusahaan tidak terhambat. Karena tugas masing-masing karyawan saling berhubungan dan memiliki ketergantungan dalam satu ekosistem perusahaan tersebut.
4. Aktifkan Fitur “Out of Office†di Email dan Aplikasi Kerja
Sebelum menjalankan masa cuti, saat Srikandi tidak terhubung sementara dengan pekerjaan maka aktifkan notifikasi otomatis di email atau platform kerja lain seperti Teams atau Slack. Tuliskan secara singkat bahwa Srikandi sedang cuti, informasikan juga tanggal berapa Srikandi akan kembali dan siapa yang bisa dihubungi selama Srikandi belum kembali aktif. Ini akan menghindarkan dari interupsi yang tidak perlu selama liburan.
5. Pisahkan Komunikasi Pribadi dan Kantor
Jika memungkinkan, matikan notifikasi email dan aplikasi kerja di ponsel selama masa cuti. Gunakan ponsel pribadi untuk berkomunikasi dengan keluarga atau teman. Langkah kecil ini sangat efektif untuk benar-benar menikmati waktu istirahat tanpa distraksi dari pekerjaan.
6. Fokus pada Pemulihan dan Kesehatan Mental
Cuti bukan hanya tentang bepergian atau melakukan kesenangan namun lebih dari itu karena dengan cuti, Srikandi akan lebih mengenal diri sendiri dan merefleksikan diri secara utuh tentang apa yang telah dikerjakan dan apa yang kan ditingkatkan di kemudian hari. Cuti juga bisa dengan cara istirahat di rumah, tidur cukup, dan menjauh sejenak dari rutinitas. Gunakan cuti untuk merawat diri sendiri, membaca buku, berkebun, olahraga atau meditasi aktivitas yang membantu tubuh dan pikiran kembali segar.
7. Luangkan Waktu Berkualitas Bersama Keluarga
Bagi para perempuan pekerja, waktu bersama keluarga sering kali terbatas karena berbagai kesibukan dan waktu bertemu yang tidak pas dengan sesama anggota keluarga. Masa cuti adalah kesempatan emas untuk memperkuat ikatan dengan pasangan, anak, maupun orang tua. Tidak harus dengan perjalanan mahal, kebersamaan yang hangat di rumah pun bisa sangat bermakna. Misalnya memasak masakan favorit yang diturunkan dari orang tua, nonton film keluarga sambil makan camilan hingga ngobrol sepuasnya.
8. Gunakan Cuti untuk Refleksi dan Pengembangan Diri
Cuti juga bisa dimanfaatkan untuk mengevaluasi perjalanan karier, mengembangkan wawasan baru atau belajar hal-hal di luar pekerjaan utama. Misalnya, mengikuti kelas singkat, membaca buku pengembangan diri atau sekadar membuat jurnal tentang hal-hal yang ingin dicapai ke depannya. Ini akan membuat Srikandi kembali bekerja dengan motivasi baru dan kemampuan yang meningkat.
9. Kembali Bekerja dengan Transisi yang Terencana
Hari pertama kembali bekerja setelah cuti bisa jadi membingungkan jika tidak dipersiapkan. Sisihkan waktu khusus di hari itu untuk mengecek email, bertanya pada rekan kerja terkait perkembangan selama Srikandi menjalani cuti dan menyusun ulang daftar prioritas.
Hindari langsung menjadwalkan rapat penting di hari pertama, berikan waktu untuk menyesuaikan ritme kembali.
10. Apresiasi Tim yang Membantu Selama Cuti
Jika ada rekan yang membantu menangani pekerjaan selama cuti, jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih secara langsung atau melalui pesan pribadi. Sikap apresiatif ini memperkuat hubungan kerja dan menumbuhkan budaya saling menghargai di lingkungan BUMN.
Mengambil cuti tidak berarti kurang loyal atau tidak berdedikasi terhadap pekerjaan. Justru sebaliknya, seorang profesional yang baik tahu kapan waktunya bekerja keras dan kapan waktunya berhenti sejenak untuk menjaga keseimbangan hidup agar energi dan pikirannya terkontrol dengan baik.
Perempuan pekerja, khususnya para Srikandi BUMN, memegang peranan penting dalam kemajuan perusahaan. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental dan kebahagiaan pribadi adalah bagian dari kontribusi positif terhadap kinerja jangka panjang. Jangan merasa bersalah saat mengambil cuti. Manfaatkan dengan bijak dan kembalilah dengan semangat baru!


















Leave a Reply