Greata Nesya Oktavrida, Literasi Memperkaya Nilai dalam Pekerjaan dan Karya

Redaksi Srikandi BUMN Avatar

Dinamika pekerjaan yang menuntut profesionalitas dan hubungan sosial, memerlukan berbagai kualifikasi pendukung yang dapat memberikan kelancaran terhadap berbagai aktivitas yang dilakukannya, terutama bagi seorang perempuan. Dalam kesempatan ini, Greata Nesya Oktavrida atau lebih dikenal dengan panggilan Kak Nesya, membagikan pengalaman karier dan aktualisasi dirinya yang didukung dengan kemampuan literasi sebagai penambah nilai.

Kak Nesya bergabung di BUMN dengan memberikan kontribusi bukan sekadar memberikan pencapaian target, namun Kak Nesya juga memaksimalkan kinerjanya supaya memiliki makna. Menurut Kak Nesya, dunia profesional selayaknya berdampingan dengan kepedulian sosial. Bergabungnya Kak Nesya di BUMN merupakan moment yang tepat, mengingat Kak Nesya merasa bahwa BUMN memiliki prinsip yang sejalan dengan dirinya, yaitu menjadi wadah yang mampu memberikan dampak luas untuk masyarakat Indonesia dari sisi sosial, ekonomi, budaya, hingga lingkungan.

Multi Peran Menciptakan Harmoni

Dalam lingkungan BUMN, Kak Nesya tidak merasa kesulitan saat mengatur waktu, karena BUMN sangat mendukung peran dan keberadaan perempuan dalam berbagai lingkup pekerjaan di dalamnya. Sehingga Kak Nesya mampu menjalankan peran dalam keluarga, pekerjaan utama, hingga organisasi berkat kemampuannya menata manajemen waktu yang baik. Kuncinya adalah komunikasi terbuka.

“Keluarga selalu saya libatkan dalam berbagai proses kegiatan, baik pekerjaan maupun organisasi. Bagi saya, dukungan keluarga adalah sumber energi untuk saya,” tuturnya.

Komunikasi terbuka dilakukan Kak Nesya sebagai upaya agar seluruh anggota keluarganya memahami kesibukan dan tanggung jawabnya di luar. Sehingga seluruh anggota keluarga dapat mendukung dirinya, melalui dukungan moral atau bentuk pengertian yang akan mengantarkannya pada kelancaran aktivitasnya tanpa mengesampingkan keluarga.

“Meskipun saya tinggal di kota yang berlainan, namun saya dan keluarga memiliki quality time yang baik karena komunikasi yang lancar dan adanya keterbukaan satu sama lain. Menjadikan jarak tidak masalah untuk kami,” ujarnya.

Kak Nesya dan Olah Raga Basket

Kak Nesya menciptakan harmoni dengan quality time bukan hanya dengan keluarganya saja, Ia pun memanfaatkan waktu luangnya untuk bermain basket. Bahkan dari hobi basket ini, Kak Nesya memperoleh beberapa kejuaraan.

Menjaga Keselarasan antara pekerjaan dan Kemanusiaan

Dalam pekerjaannya di Bidang Human Capital, Kak Nesya menempatkan kepentingan bisnis dan kesejahteraan karyawan secara seimbang dengan cara mengkomunikasikan berbagai kebijakan perusahaan dengan keterbukaan sesuai dengan porsi masing-masing. Dengan komunikasi terbuka, dapat mencegah kesalahpahaman. Hal ini juga bertujuan agar karyawan mampu mencerna proses dan berbagai dinamika alur pekerjaan dalam sebuah tim.

“Bisnis akan tumbuh jika sumber manusianya memiliki kesempatan untuk bertumbuh juga,” ujarnya penuh keyakinan.

Kak Nesya memiliki prinsip dalam menjunjung nilai integritas, passion for excellent, dan empati dalam pekerjaannya. Oleh karena itu, setiap langkah kerjanya selalu ada interaksi sebagai bonding dengan tim kerja. Tiga nilai tersebut menjadi fondasi kuat dalam menjalankan berbagai aktivitas pekerjaannya yang berhubungan dengan banyak orang.

Menantang Persepsi, Menunjukkan Kapasitas Diri

Sebagai perempuan di lingkungan kerja yang masih didominasi laki-laki, Kak Nesya tidak menjadikan keraguan orang lain terhadap dirinya menjadi suatu hambatan untuk maju. Kak Nesya justru memanfaatkan momentum tersebut untuk menawarkan kemampuan yang tak dimiliki orang lain sebagai upaya kolaborasi. Kak Nesya menonjolkan kekuatan khas perempuan yang dibutuhkan dalam dunia kerja, yaitu menjadi jembatan antar ide dan manusia melalui kemampuan komunikasi efektif dan persuasif. Misalnya, Kak Nesya berpartisipasi menjadi MC dan Narasumber dalam berbagai acara kantor dan organisasi. Keahlian ini tentunya sangat penting dalam mentransfer informasi, ilmu, dan wawasan dalam sebuah acara.

Mengembangkan Potensi Perempuan dalam Srikandi BUMN

Sebagai bagian dari Development & Monitoring Program Srikandi Danantara, Kak Nesya memiliki kecocokan dalam menjalan perannya dalam menyusun dan menjalankan program pengembangan perempuan melalui mentoring, webinar, dan kolaborasi lintas lembaga. Berbekal pengalamannya di PTPN (Perkebunan Nusantara Group) selama sepuluh tahun menangani People Development, Kak Nesya mampu menjalankan misi pengembangan karier sehingga sejalan dengan salah satu program Srikandi Danantara untuk meningkatkan kepemimpinan perempuan yang kuat dan inovatif.

Literasi Sebagai Kekuatan

Bagi Kak Nesya, membaca dan menulis merupakan hobi yang tak bisa terpisahkan mengingat dua hal ini yang membuat pola pikirnya terbentuk dengan baik. Melalui berbagai inspirasi dan wawasan dari semua bacaannya, terutama buku-buku bertema psikologi seperti mental health, personality & self development.

“Dengan membaca, saya menjadi mampu mengasah kemampuan berpikir kritis dan memahami kesehatan mental lebih dalam lagi. Dengan membaca, saya mendapatkan banyak inspirasi dan ide yang dapat dikembangkan, baik dalam karya maupun pekerjaan.” Kak Nesya menjelaskan.

Begitu pula dengan hobi menulis, Kak Nesya menjadi terlatih untuk mengembangkan sebuah tema atau menganalisis sebuah informasi. Karena dari kemampuan menulis tersebut, Kak Nesya terdorong untuk mencari banyak referensi agar karyanya semakin bernilai.

“Bahkan dengan kegiatan menulis, kemampuan berbahasa saya semakin baik dan tentu saja sangat berpengaruh terhadap gaya komunikasi saya dalam berbagai aktivitas. Dengan literasi, memberikan sebuah kekuatan nilai yang bermanfaat,” tambah Kak Nesya.

Menurut Kak Nesya, kemampuan literasi di era digital sangat penting karena di tengah melimpahnya informasi, diperlukan bagaimana menyaring mana yang penting atau tidak dan mampu membedakan berita benar atau hoaks. Kemampuan literasi juga bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, namun mencakup pengetahuan etika di dunia digital, mengembangkan kreativitas dan inovasi, hingga mendorong kemampuan untuk menilai kredibilitas sumber informasi.

Dalam kehidupan profesional, kemampuan literasi juga bermanfaat untuk membantu dalam menentukan keputusan penting.

Kemampuan literasi Kak Nesya, diwujudkan dalam empat karya Buku Antologi dengan masing-masing berjudul (1) Tangan Perempuan – Kisah Wanita Yang Mampu Mengubah Dunia (2) Hidup Bersama Kaum Difabel (3) The Arunika – Kisah Perempuan Tangguh Perkebunan (4) Million Ways of Forgiveness – Memaafkan Membuat Aku Lebih Rileks. Selain menuangkan dalam karya buku antologi, Kak Nesya juga menulis dalam platform e-journal dalam bidang psikologi dan majalah online untuk Perkebunan Nusantara Group.

Buku Antologi Karya Kak Nesya, Berjudul “Tangan Perempuan”

Kemampuan literasinya juga dituangkan secara verbal melalui portofolio sebagai pembicara di beberapa perguruan tinggi dengan tema-tema psikologi dan lingkup pekerjaan di Perkebunan Nusantara Group. Sehingga aktualisasi dirinya semakin berkualitas dan bermanfaat untuk masyarakat luas.  

Arti Pencapaian Bagi Kak Nesya

Dari berbagai pencapaian yang diraihnya, Kak Nesya merasa bahwa pencapaiannya saat ini puncaknya adalah ketika mampu menjalankan peran ganda secara beriringan antara karier dan keluarga. Karena bagi saya, dua-duanya sama penting dan memberikan arti bagi kehidupan saya.

Di akhir perbincangan, Kak Nesya berpesan bagi seluruh perempuan Indonesia “Jangan pernah berhenti mengembangkan diri, karena setiap langkah kecil perempuan membawa dampak besar bagi kemajuan bangsa. Jadilah inspirasi dengan versi terbaik masing-masing dengan kompetensi yang dapat dikontribusikan.” 

Tagged in :

Leave a Reply