Women Leaders Summit 2025, Saat Perempuan Menguatkan, Perubahan Dimulai

Redaksi Srikandi BUMN Avatar

Pada 16 Desember 2025, BSI Tower di Jakarta menjadi saksi pertemuan para perempuan yang datang dengan satu semangat yang sama, saling menguatkan untuk menciptakan perubahan. Di momen yang bertepatan dengan peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Hari Ibu, Women Leaders Summit 2025 hadir bukan sekadar sebagai forum diskusi, tetapi sebagai ruang aman untuk berbagi harapan, pengalaman, dan memperkuat komitmen bersama.

Forum ini mempertemukan pemimpin perempuan, pengambil kebijakan, hingga jajaran eksekutif Danantara Indonesia untuk membicarakan kepemimpinan yang lebih manusiawi, yaitu menjunjung tinggi kepemimpinan yang berpijak pada empati, keberagaman, dan keberanian untuk peduli.

Acara dibuka oleh Wakil Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Bapak Anggoro Eko Cahyo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan sebuah capaian yang bukan sekadar angka, tetapi simbol perubahan. Menurut data yang disampaikannya, 30 persen posisi kepemimpinan di Danantara Indonesia kini diisi oleh perempuan. Sebuah langkah yang menunjukkan bahwa kepercayaan dan kesempatan bisa berjalan beriringan.

“Keberagaman bukan hanya soal representasi, tetapi tentang bagaimana nilai dan perspektif yang berbeda dapat memperkaya cara kita memimpin,” ungkapnya.

Semangat kebersamaan semakin terasa ketika Kak Fikha Lutfi, Ketua Srikandi Danantara, menyampaikan laporan pelaksanaan acara. Ia menegaskan peran Srikandi sebagai ruang bertumbuh bagi perempuan, tempat untuk saling belajar, saling menopang, dan bergerak bersama demi dampak yang lebih luas.

Diskusi semakin mendalam melalui opening remarks dari Ibu Wiwik Wahyuni, Senior Director Human Capital Danantara Indonesia, dan Ulziisuren Jamsran, UN Women Indonesia Country Representative and Liaison to ASEAN. Keduanya sepakat bahwa lingkungan kerja yang aman dan inklusif tidak tercipta dengan sendirinya, melainkan melalui kolaborasi lintas sektor dan keberpihakan yang nyata.

Dalam sesi diskusi utama, Ulziisuren Jamsran menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan bagi perempuan di dunia kerja. “Perempuan tidak hanya membutuhkan kesempatan, tetapi juga sistem yang mendukung mereka untuk bertahan dan berkembang,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ibu Wiwik Wahyuni. Menurutnya, budaya kerja inklusif adalah perjalanan panjang yang menuntut konsistensi. “Ini bukan tentang slogan, tetapi tentang keputusan sehari-hari yang kita ambil sebagai pemimpin dengan landasan kepercayaan dan keberanian untuk saling menegakkan kebenaran,” katanya.

Ibu Wiwik juga menekankan bahwa melalui kepemimpinan perempuan, dapat menumbuhkan sikap menular kepada tim kerjanya dengan semangat melahirkan gagasan, membangun talenta, dan membesarkan organisasi.

Perspektif strategis turut hadir melalui sesi keynote bersama Ibu Loto Srinaita Ginting, Staf Ahli Keuangan dan Pengembangan UMKM BP Danantara Indonesia, dan Agus Dwi Handaya, Managing Director Holding Operational Danantara Indonesia. Keduanya menyoroti bagaimana kepemimpinan perempuan mampu membawa keseimbangan baru dalam transformasi organisasi dengan empati sebagai kekuatan, bukan kelemahan.

Salah satu momen paling reflektif hadir dalam Expert Insight Panel yang dimoderatori oleh Bapak Amiriansjah Pabittei dari PT Wijaya Karya Persero Tbk. Ibu Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri RI periode 2014–2024, bersama Ibu Melati Sarnita, Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), berbagi cerita tentang perjalanan kepemimpinan di panggung nasional dan global. Kisah mereka menjadi pengingat bahwa ketangguhan perempuan sering kali lahir dari proses panjang menghadapi tantangan, tekanan, dan pilihan sulit.

Women Leaders Summit 2025 juga menegaskan bahwa kepemimpinan tidak berhenti di ruang diskusi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program tanggung jawab sosial. PT Bank Syariah Indonesia Tbk menyalurkan 200 unit motor listrik bagi pengemudi perempuan dan penyandang disabilitas. MIND.ID menghadirkan program peningkatan akses air bersih di Cicadas, Babakan Madang, Bogor, sementara PLN memberikan Program Terang Aksara Empowerment bagi kaum difabel. Lalu Program Difabel Berdaya merupakan komitmen BNI melalui Rumah BUMN Bekasi untuk memberdayakan UMKM disabilitas guna mendorong ekonomi inklusif dan mengurangi kesenjangan, Program ini diserahkan oleh Bapak. Kliko (Department Head CSR & TJSL BNI) kepada Ibu Paini, Ketua Paguyuban RUMSIDISMA Bekasi.

Solidaritas juga tercermin dari inisiatif Srikandi Danantara yang berhasil menghimpun dana sebesar Rp103.359.688 untuk membantu korban banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Dana ini akan disalurkan melalui BSI Maslahat dan terus digalang selama rangkaian acara berlangsung.Pada akhirnya, Women Leaders Summit 2025 meninggalkan pesan sederhana namun kuat: ketika perempuan diberi ruang untuk bersuara, didukung untuk bertumbuh, dan dipercaya untuk memimpin, perubahan bukan lagi sekadar wacana, namun terus berproses untuk diwujudkan.

Tagged in :

Leave a Reply