Peringati Hari Bahasa Ibu Internasional 2026, Srikandi Danantara Menguatkan Peran Perempuan dalam Melestarikan Bahasa Ibu

womanbumn@gmail.com Avatar
Hari Bahasa Ibu 2026: Peran Perempuan

Srikandi, dalam momentum Hari Bahasa Ibu Internasional setiap 21 Februari, mari menengok maknanya bagi Indonesia. UNESCO menetapkan Hari Bahasa Ibu Internasional untuk meningkatkan kesadaran tentang keberagaman bahasa. UNESCO juga mendorong perlindungan terhadap bahasa yang terancam punah. Peringatan ini mengingatkan bahwa bahasa ibu bukan sekadar alat komunikasi, tetapi penanda identitas dan budaya bangsa.

Indonesia memiliki salah satu kekayaan bahasa terbesar di dunia. Berdasarkan data Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, terdapat 718 bahasa daerah yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara. Namun, di balik kekayaan tersebut, generasi muda semakin jarang menggunakan banyak bahasa ibu.Perubahan pola komunikasi, urbanisasi, serta dominasi bahasa global menjadi tantangan nyata dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah.

Baca juga: Peringati Hari Pers Nasional, Srikandi Danantara Gaungkan Ruang Ekspresi Perempuan melalui Semangat Jurnalistik

Dalam situasi inilah, perempuan memegang peran strategis. Di ruang keluarga, perempuan kerap menjadi pengantar pertama bahasa kepada anak-anaknya. Bahasa ibu tumbuh melalui percakapan sehari-hari, cerita rakyat, nasihat, hingga nilai-nilai lokal yang masyarakat sampaikan secara lisan. Peran ini menempatkan perempuan sebagai penjaga awal sekaligus penerus bahasa ibu dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026 tidak hanya menjadi seremoni semata. Lebih dari itu, momentum Hari Bahasa Ibu Internasional 2026 ini menjadi ajakan reflektif agar perempuan kembali menempatkan bahasa ibu sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa ibu menyimpan pengetahuan lokal, kearifan, serta memori kolektif yang membentuk jati diri masyarakat.

Sebagai ajakan aksi, Srikandi Danantara mendorong perempuan mengambil peran nyata melalui langkah berikut:

  1. Membiasakan penggunaan bahasa ibu di lingkungan keluarga, terutama dalam komunikasi sehari-hari dengan anak, agar bahasa daerah tetap hidup sejak usia dini.
  2. Mendukung dan memproduksi konten literasi berbasis bahasa lokal melalui tulisan, diskusi komunitas, maupun media digital yang menghadirkan akses ramah dan mudah bagi masyarakat.
  3. Berpartisipasi aktif dalam komunitas dan kegiatan budaya, termasuk pelatihan, forum diskusi, dan program edukatif yang berfokus pada pelestarian bahasa dan kearifan lokal.

Melalui langkah tersebut, perempuan tidak hanya menggunakan bahasa, tetapi juga menggerakkan kesadaran sosial. Bahasa ibu yang terjaga akan memperkuat identitas budaya dan memperkaya ruang publik.

Srikandi Danantara meyakini bahwa menjaga bahasa ibu berarti menjaga jati diri bangsa. Dengan kolaborasi, kepedulian, dan peran aktif perempuan, bahasa ibu akan tetap relevan, bermakna, dan terus diwariskan kepada generasi mendatang.

One response to “Peringati Hari Bahasa Ibu Internasional 2026, Srikandi Danantara Menguatkan Peran Perempuan dalam Melestarikan Bahasa Ibu”

  1. […] Baca juga: Peringati Hari Bahasa Ibu Internasional 2026, Srikandi Danantara Menguatkan Peran Perempuan dalam Me… […]

Leave a Reply