Nicke Widyawati, Wanita Paling Berpengaruh di Indonesia

Redaksi Srikandi BUMN Avatar
Nicke Widyawati (Direktur Utama Pertamina)

Baru-baru ini, majalah Fortune meluncurkan Wanita Paling Berpengaruh secara Internasional pada 2020. Dari deretan 50 nama wanita papan atas di seluruh dunia, salah satunya terpampang wajah dan nama Nicke Widyawati, Direktur Utama PT Pertamina (Persero).

Wanita kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, tersebut berada di posisi ke-16 dalam jagad global. Dia berhasil melampaui sejumlah CEO global lainnya, seperti: CEO & Direktur Eksekutif Temasek Ho Ching, Presidents Foods and Refreshment Unilever Hanneke Faber, serta CFO Royal Ducth Shell Jessica Uhl. Di tingkat nasional, Nicke satu-satunya wanita Indonesia yang berhasil masuk ke salah satu predikat paling bergengsi di dunia tersebut.

Nicke sendiri sudah lebih dua tahun menjabat sebagai Direktur Utama perusahaan minyak plat merah tersebut. Sebelumnya, dia menjabat sebagai pelaksana tugas pada posisi yang sama.

Karir Nicke sendiri bermula saat dirinya bekerja di Bank Duta Cabang Bandung kala masih berstatus sebagai mahasiswa Teknik Industri Institut Teknologi Bandung. Setelah lulus, dia kemudian bekerja di PT Rekayasa Industri, lalu terlibat dalam beberapa proyek dengan Pupuk Sriwijaya di berbagai daerah, seperti: Palembang, Lhokseumawe, Cilegon, dan juga Malaysia.

Selepas itu, peraih gelar magister hukum bisnis dari Universitas Padjadjaran ini kemudian bergabung dengan Mega Eltra. Di BUMN yang bergerak di bidang kelistrikan tersebut, Nicke menempati posisi puncak sebagai direktur utamanya. Setelahnya, baru dia ditarik ke PLN sebagai Direktur Pengadaan Strategis I pada 2014.

Nicke sendiri baru menginjakkan kaki ke Pertamina pada 2017 sebagai Direktur Sumber Daya Manusia. Dia juga pernah menempati posisi Pelaksana Tugas Direktur Logistik, Rantai Pasokan, dan Infrastruktur di perusahaan tersebut. Menyusul dicopotnya lima direksi Pertamina, mengantarkan Nicke sebagai pucuk pimpinan perusahaan tersebut pada 30 Agustus 2018.

Dikutip dari CNBC Indonesia, pada posisinya sekarang ini, Nicke memimpin perusahaan dengan pendapatan tahunan mencapai US$ 54,6 miliar dengan sekitar 32 ribu karyawan di seluruh dunia. Dia juga berhasil melakukan transformasi di tubuh Pertamina dan melalui pandemi COVID19 dengan baik.***

Leave a Reply