
Menjadi bagian dari pembangunan nasional adalah salah satu motivasi dari salah satu Srikandi BUMN Dinne Shovia Tresna Amalia, lebih akrab dipanggil Kak Dinne. Srikandi yang berkarya di Bank BRI ini konsisten berkontribusi dalam membuat perubahan yang berdampak luas melalui pekerjaannya sehari-hari. Kak Dinne memberikan dampak luas dalam pekerjaan melalui peningkatan kapasitasnya sebagai pemimpin dalam perusahaan. Kak Dinne suka belajar apapun dan kesukaannya terhadap membaca buku-buku berkualitas dapat meningkatkan wawasan yang insightful terhadap pekerjaannya.
Oleh karena itu, Kak Dinne tidak pernah kesulitan beradaptasi terhadap berbagai perubahan sistem di dalam pekerjaannya karena selalu mempelajari berbagai hal. Implementasi dari pemikiran-pemikirannya dituangkan dalam program-program berkelanjutan yang dibangunnya. Salah satu pencapaian yang menjadi kebanggaannya adalah kepercayaan dari Direksi di tempatnya bekerja untuk memimpin dalam bidang Community Development. Kepercayaan tersebut dijaganya dengan baik melalui totalitasnya dalam membangun program yang berdampak baik bukan hanya untuk perusahaan namun juga untuk masyarakat luas.
“Saya ingin membuktikan bahwa seorang pemimpin perempuan dapat menjalankan perannya yang lebih mengutamakan solusi melalui pendekatan seorang “ibu†kepada tim kerja, saya percaya bahwa tim kerja yang dirangkul aspirasinya, didengar kesulitannya dan difasilitasi kebutuhannya dalam peningkatan skills, maka mereka akan maksimal dalam memberikan kontribusi terhadap perusahaan.†Kata Kak Dinne.
Kak Dinne pun menegaskan bahwa dalam berbagai program yang dibangunnya, selalu mengutamakan inklusivitas sehingga peran perempuan pun terakomodir perannya dalam berbagai kegiatan perusahaan. Seperti menampung berbagai gagasan dan aspirasi semua pihak tanpa ketimpangan.
“Tiga nilai utama yang selalu saya terapkan ketika bekerja adalah integritas, keberanian dan empati, dengan tiga nilai ini maka akan mudah dalam membudayakan kerja inklusif dan kolaboratif.†Ungkap Kak Dinne dengan bersemangat.
Pentingnya Pengetahuan Literasi Digital Untuk Perempuan
Perannya dalam Komunitas Srikandi BUMN sebagai bendahara, Kak Dinne selalu memastikan pengelolaan keuangan dalam organisasi selalu transparan dan akuntabel agar tercipta efisiensi yang tepat. Kak Dinne memanfaatkan teknologi dalam proses pengelolaannya dan menggunakan sistem keuangan yang menyajikan laporan keuangannya secara terbuka dan mudah diakses bagi pihak-pihak yang berkepentingan.
Kak Dinne juga mengingatkan kepada para perempuan di manapun berada, untuk selalu berusaha mempelajari setiap perkembangan teknologi dan memperdalam literasi digital keuangan.
“Menurut saya, di era digital saat ini, literasi keuangan digital sudah menjadi kebutuhan utama bagi perempuan karena perempuan memiliki peran strategis dalam rumah tangga dan pekerjaan. Misalnya, seorang ibu rumah tangga harus menjadi manajer keuangan dalam keluarganya, mengatur supaya pemasukan dapat mencukupi pengeluarannya. Begitu pula dalam pekerjaan dan organisasi. Maka, teknologi dapat membantu mempermudah pengelolaan keuangan tersebut.†Kak Dinne memberi penjelasan.
“Contohnya, sekarang banyak aplikasi yang dapat mempermudah pengerjaan pengelolaan keuangan. Mulai dari tools pencatatan dasar dan pengarsipan data seperti Excel, Google Sheets, untuk budgeting saya menggunakan Monefy atau Spendee, sedangkan mengatur cashflow saya menggunakan Trello atau Nation. Dalam mempermudah proses transaksi, tidak ketinggalan mobile banking dan ewallet. Bagi para perempuan di manapun berada, pilih aplikasi yang user friendly, banyak pilihan yang dapat dimanfaatkan.†Kak Dinne menambahkan.
Kak Dinne pun memiliki pandangan bahwa seorang perempuan yang melek literasi keuangan digital akan mampu mengelola keuangan lebih baik dan terencana. Berikut manfaat seorang perempuan yang melek literasi digital menurut Kak Dinne:
1. Perempuan lebih mandiri dalam pengelolaan keuangan dengan bantuan teknologi melalui penggunaan berbagai aplikasi yang tersedia.
2. Mampu membuat perencanaan dan pengelolaan keuangan yang lebih rapi dan terstruktur serta lebih teliti dalam prosesnya.
3. Memahami profil risiko keuangan karena dengan demikian, risiko apapun yang terjadi, perempuan yang melek literasi keuangan digital sudah tahu strategi mengantisipasinya melalui pembagian pos dana yang dikelompokkan dalam berbagai aplikasi keuangan yang digunakannya.
4. Dapat menumbuhkan potensi dan peluang dalam kontribusi pengelolaan keuangan dalam keluarga, perusahaan tempatnya bekerja ataupun dalam usahanya sendiri.
“Perempuan yang memiliki wawasan literasi keuangan digital dapat menjadi agen perubahan dimulai dari lingkup keluarga hingga masyarakat.†Kak Dinne menegaskan.
Keseimbangan Peran Memperkuat Kontribusi
Menjalani peran sebagai istri, ibu, pekerja profesional hingga berkarya dalam organisasi merupakan hal yang tidak mudah untuk dijalani namun Kak Dinne berusaha maksimal dalam menjalani semua peran tersebut dengan hadir sepenuhnya pada saat bersama keluarga, ketika bekerja dan dalam organisasi. Manajemen waktu dan disiplin dalam menjalankan prioritas adalah prinsip yang dijalankan Kak Dinne agar dirinya tetap menjadi pribadi yang utuh dalam keluarga dan pekerjaannya.
Di luar pekerjaan, organisasi dan rumah tangga, Kak Dinne juga aktif berkegiatan sosial dan mentoring bagi para perempuan muda yang ingin meniti karier. Kak Dinne selalu menyempatkan diri untuk memberdayakan perempuan lain agar dapat maju bersama.
Menutup kisah inspirasinya, ia menyampaikan pesan penuh semangat untuk perempuan Indonesia
“Jangan pernah meragukan diri sendiri. Kita punya potensi masing-masing untuk berkembang dan mencapai impian yang diharapkan. Beranilah bersuara, ambil tantangan dan terus belajar. Perempuan yang percaya diri bukan hanya mengubah hidupnya sendiri tapi juga memberi inspirasi bagi sesama dan lingkungan sekitarnya.â€Â


















Leave a Reply