Empat Cara Mengelola Biaya Pendidikan Anak Berkelanjutan

Redaksi Srikandi BUMN Avatar

Bulan Juni adalah moment pergantian tahun ajaran bagi para siswa yang bersekolah dan bagi calon siswa yang baru mau masuk sekolah di berbagai jenjang pendidikan. Bagi Srikandi yang sedang mempersiapkan biaya pendidikan anak, sebaiknya bukan sekadar mempersiapkan biaya saat masuk tahun ajaran baru saja namun untuk keberlanjutannya penting diperhatikan bagaimana mengatur biaya pendidikan anak tersebut agar terus mencukupi hingga jenjang perguruan tinggi.

Peran Srikandi yang memiliki kegiatan dalam berkarir serta menjadi manajer keuangan rumah tangga tentu saja membutuhkan panduan perencanaan biaya pendidikan anak yang terus meningkat ini secara konsisten agar menjadi solusi terbaik bagi keluarga.

Pentingnya mengelola biaya pendidikan anak

Pada April 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa inflasi pada sektor pendidikan mengalami inflasi tahunan sebesar 1,88%. Dari data tersebut diperkirakan biaya pendidikan terus meningkat setiap tahunnya dan kondisi ini sebaiknya diantisipasi oleh para orang tua yang memiliki anak atau yang sedang program memiliki anak agar mempersiapkan biaya pendidikan tersebut sejak awal.

Berikut tips yang dapat diterapkan oleh Srikandi dalam upaya mengelola biaya pendidikan untuk anak

1.       Membuat perencanaan

Awali dengan membuat simulasi kebutuhan anak bersekolah mulai dari jenjang PAUD, TK atau SD hingga Perguruan Tinggi. Jika Srikandi kurang memahami pembuatan simulasi, jangan segan untuk meminta bantuan profesional seperti perencana keuangan atau pihak yang memiliki kompetensi dalam memperhitungkan perkiraan biaya pendidikan dengan kenaikan inflasi. Dengan membuat simulasi maka Srikandi dapat memperkirakan jumlah biaya yang harus dikeluarkan per tahunnya pada saat anak sekolah.

Menurut perencana keuangan Prita Ghozie yang dilansir dari laman Youtube channel, Prita menyarankan biaya pendidikan anak sebaiknya dipersiapkan sejak anak masih dalam kandungan agar kebutuhan  pendidikan anak optimal dan terpenuhi.

2.       Sediakan rekening tabungan khusus pendidikan

Buat rekening khusus tabungan untuk pendidikan agar biaya untuk pendidikan tidak bercampur dengan biaya operasional harian. Hal ini untuk mengantisipasi agar biaya pendidikan tidak terganggu atau terpakai untuk biaya lainnya.

Alokasikan minimal 15-20% dari penghasilan bulanan untuk tabungan pendidikan ini. Srikandi juga dapat menentukan produk tabungan jangka pendek dan jangka panjang sesuai dengan kondisi jenjang pendidikan anak. Misalnya, untuk keperluan biaya tahun ajaran baru, Srikandi dapat memanfaatkan produk tabungan rencana atau deposito. Sedangkan untuk jenjang pendidikan lebih tinggi, Srikandi dapat membuat tabungan jangka panjang dengan memanfaatkan produk investasi pendidikan dengan benefit yang lebih tinggi.

3.       Rekomendasi produk investasi pendidikan

Jika Srikandi ingin membuka simpanan jangka panjang, solusinya adalah memanfaatkan program investasi pendidikan baik dari bank atau asuransi. Untuk program dari bank, sebaiknya pilih Reksa Dana karena Reksa Dana bersifat liquid, mudah dicairkan dananya kapanpun. Selain itu, dana yang disetorkan juga cukup terjangkau dan memudahkan saat mengelola dana investasinya. Dana yang Srikandi setorkan dikelola oleh Manajer Investasi berpengalaman secara realtime. Jadi, sangat cocok bagi siapapun  yang memulai berinvestasi di Reksa Dana.

Simpanan jangka panjang pada non-bank, dapat Srikandi manfaatkan dengan menabung emas batangan dan membeli asuransi pendidikan yang nilai preminya disesuaikan dengan kemampuan.

4.       Persiapan di luar dana pendidikan

Persiapan di luar dana pendidikan sangat membantu meringankan proses persiapan dana pendidikan untuk anak. Apalagi untuk jenjang perguruan tinggi. Berikut langkah yang dapat Srikandi lakukan untuk meringankan persiapan pendidikan anak:

a.   Cari informasi beasiswa sebanyak-banyaknya, Srikandi dapat membuat data base secara mandiri untuk para pemberi beasiswa tersebut. Jika sudah waktunya anak masuk sekolah, Srikandi sudah memiliki beberapa informasi untuk mendaftar beberapa alternatif beasiswa yang ditawarkan dari pihak sekolah, lembaga pendidikan atau organisasi penyedia beasiswa resminya.

b.  Pilih sekolah yang dapat mengapresiasi kemampuan siswanya dengan memberikan potongan biaya pendidikan.

c.   Libatkan anak untuk memahami literasi keuangan agar anak dapat beriringan mengupayakan keringanan biaya sekolah tersebut dengan belajar lebih giat atau ikut menabung untuk menambah biaya sekolahnya seperti keperluan membeli alat tulis dan perlengkapan sekolah lainnya. Walaupun Srikandi dan keluarga cukup mampu untuk membiayai sekolah anak namun mengajarkan anak untuk menabung dan memahami literasi keuangan adalah sangat penting. Manfaatnya dapat membuat anak memupuk rasa tanggung jawab dan belajar berjuang dalam proses pendidikannya.

Apapun yang menjadi pilihan Srikandi dalam merencanakan biaya pendidikan anak, tentu saja semuanya disesuaikan dengan kemampuan finansial yang dimiliki. Perhatikan juga legalitas bank dan tempat berinvestasi pendidikan yang dipercaya dan ada pengawasan dari OJK agar simpanan dana pendidikan aman.

Pendidikan anak adalah bekal yang berguna hingga anak menghadapi masa tua, oleh karena itu, setiap orang tua wajib mempersiapkannya sejak dini dan memenuhi hak pendidikan anak melalui langkah kecil dengan menabung, mengelola investasi pendidikan dengan tepat.

Tagged in :

Leave a Reply