
Pengembangan perempuan di dunia kerja kini tidak hanya berbicara tentang peningkatan kemampuan. Ruang untuk bertumbuh, membangun kepercayaan diri, dan berani mengambil peran juga menjadi bagian penting.
Perjalanan karier setiap perempuan memiliki tantangan yang berbeda. Karena itu, dukungan dari lingkungan kerja dapat menjadi dorongan bagi perempuan untuk mengenali potensi sekaligus memperluas kesempatan yang dimiliki.
Semangat pengembangan perempuan juga menjadi perhatian Srikandi Danantara. Hal tersebut tercermin dari keterlibatan Ketua Srikandi Danantara Periode 2024–2027, Fikha Lutfi, sebagai pembicara utama dalam SmartTalks “Women Development” yang diselenggarakan Srikandi PTPP.
Dalam sesi tersebut, Kak Fikha mengajak peserta melihat bahwa dukungan terhadap perempuan tidak cukup berhenti pada semangat women support women. Di lingkungan kerja, perempuan juga dapat menghadapi bias dan persaingan yang membuat solidaritas tidak selalu berjalan dengan baik.
Menurut Kak Fikha, kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi faktor pribadi, tetapi juga berkaitan dengan aspek struktural, psikologis, dan sistemik. Karena itu, diperlukan dukungan yang lebih aktif untuk membantu perempuan berkembang dan mendapatkan ruang yang lebih luas.
Baca juga: Momentum Hari Olahraga Nasional 2026, Srikandi Danantara Ajak Perempuan Terapkan Pola Hidup Sehat
Dalam sesi tersebut, Kak Fikha Lutfi menekankan pentingnya dukungan nyata dalam perjalanan pengembangan diri perempuan. “Perempuan tidak hanya membutuhkan sekutu, tetapi juga membutuhkan Ampliship yaitu pemimpin yang berani memberikan dukungan secara nyata, terbuka, dan konsisten,” tegasnya.
Ampliship merupakan langkah yang melampaui mentorship. Jika mentorship berfokus pada pemberian nasihat, Ampliship mendorong seseorang menggunakan suara, pengaruh, dan posisinya untuk memperkuat suara serta membuka peluang bagi perempuan lain.
Kak Fikha kemudian membagikan lima langkah untuk membangun solidaritas perempuan yang lebih nyata sekaligus melampaui persaingan melalui budaya Ampliship.
1. Hilangkan Pola Pikir Kelangkaan (Scarcity Mindset)
Kesuksesan bukan permainan zero-sum. Keberhasilan perempuan lain tidak mengurangi keberhasilan kita. Karena itu, perempuan perlu mendorong lebih banyak keterwakilan dalam posisi kepemimpinan, bukan sekadar memperebutkan ruang yang tersedia.
2. Perkuat Suara Perempuan dalam Rapat dan Ruang Publik
Ketika perempuan menyampaikan gagasan penting, sebutkan namanya dan akui kontribusinya. Jika terjadi kekeliruan atribusi, angkat kembali gagasan tersebut agar tetap mendapat pengakuan yang semestinya.
3. Bangun Budaya Sponsorship, Bukan Sekadar Mentorship
Dukungan juga dapat diberikan dengan merekomendasikan perempuan untuk tugas yang menantang dan peran kepemimpinan, memperkenalkan mereka kepada pengambil keputusan, serta memperjuangkan perkembangan karier mereka.
4. Definisikan Ulang Makna “Karyawan Berkinerja Unggul” (Star Performer)
Penilaian terhadap karyawan berkinerja unggul perlu terbuka terhadap beragam gaya kepemimpinan. Kolaborasi, kecerdasan emosional, dan kemampuan membangun hubungan juga penting, tidak hanya agresivitas atau dominasi.
5. Jadikan Solidaritas sebagai Bagian dari Sistem
Solidaritas perlu didukung melalui sistem kerja, antara lain kriteria promosi yang transparan, apresiasi bagi pemimpin yang mendukung talenta perempuan, serta pemantauan terhadap akses perempuan pada berbagai peluang.
Lima langkah tersebut menunjukkan bahwa pengembangan perempuan membutuhkan peran bersama, baik dari individu maupun lingkungan kerja. Dukungan yang konsisten dapat membantu menciptakan ruang kerja yang lebih inklusif dan mendorong perempuan terus bertumbuh.
Melalui Women Development, pesan yang disampaikan kak Fikha menjadi pengingat bahwa kemajuan perempuan membutuhkan dukungan yang diwujudkan melalui tindakan. Dengan saling menguatkan, lebih banyak perempuan dapat tumbuh dan mengambil peran di lingkungan kerja.


















Leave a Reply