
Langkah DAMRI untuk menjadi perusahaan yang terbuka buat semua semakin menguat seiring dua orang perempuan duduk di jajaran direksinya. Selain sang direktur utama, ada juga Siti Inda Suri, Direktur SDM dan Umum PT DAMRI. Bahkan, secara khusus, Siti menyampaikan bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai kesempatan dan peluang yang sama dalam bekerja, berkontribusi, dan berkarir di DAMRI.
“Saya tidak melihat dari sisi perbedaan gender (dalam bekerja),” ungkap Siti kepada Srikandi dalam wawancara tertulis. Menurutnya, Damri berusaha mempersiapkan dan memfasilitasi peluang yang sama bagi laki-laki dan perempuan untuk bekerja melalui proses-proses yang lazim dalam suatu perusahaan. Dalam konteks SDM, tugas Siti dan jajarannya yang akan memastikan bahwa proses tersebut mampu membentuk talenta-talenta potensial dan kapabel yang mampu berkontribusi untuk DAMRI.
Siti sendiri berharap keberadaan dua direksi perempuan di DAMRI mampu menghilangkan bias industri transportasi yang kerap identik dengan pria. Dalam hal ini, pihaknya akan terus berupaya untuk mendorong talenta perempuan untuk mau dan mampu mengambil peran yang lebih besar seiring dengan perjalanan karir mereka. Caranya, dengan menanamkan pemahaman bahwa perempuan punya kesempatan yang sama dan mampu mengambil peran yang lebih. Siti juga berencana untuk membuka saluran dialog antar perempuan di DAMRI serta aktivitas penunjang lainnya. “Supaya mereka bisa saling berkomunikasi dan bertukar pengalaman,” paparnya.
Untuk sampai pada pencapaian karirnya hari ini, Siti mengingatkan para perempuan untuk memanfaatkan segala kesempatan yang ada. Setelah mendapatkan gelar Sarjana Ilmu Politik – Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia, Siti mulai meniti karir dari awal sekali di sebuah perusahaan multi-nasional di Jakarta. Seiring dengan perjalanan waktu dan kesempatan yang tersedia, Siti akhirnya memutuskan untuk berkecimpung di bidang Sumber Daya Manusia (SDM).
Beruntung, selama perjalanan waktu tersebut, dia mendapatkan mentor yang baik serta perusahaan yang memberikan kesempatan dan peluang untuk berkembang dan memahami kebidangannya. Dari bidang SDM ini pula, Siti berkesempatan membantu DAMRI dan mendapatkan amanah sebagai bagian dari tim.
Selain faktor eksternal, Siti juga mengingatkan agar para srikandi juga membangun kapasitas internalnya. Menurutnya, seorang perempuan harus mampu mengembangkan tiga aspek dari dirinya, yaitu: mental, attitude, serta makna terhadap perkerjaan. Dengan ketiga aspek tersebut, Siti mampu berkarir hingga berada di jenjang direksi seperti saat ini. “Kita (perempuan) bisa!” pesannya untuk para Srikandi, singkat.
Disinggung soal keluarga, Siti bersyukur bahwa keluarganya sangat mendukung pekerjaannya, termasuk ketika dia harus berkantor di luar kota yang menyulitkannya untuk pulang setiap saat. Meskipun demikian, Siti berusaha melihat positifnya saja. “Mungkin dengan jarak malah membuat hubungan di keluarga lebih erat lagi,” papar Siti.
Lantaran jarang ketemu pula, Siti dan anggota keluarga lainnya berusaha memastikan untuk saling berbicara melalui media komunikasi yang ada secara rutin. Bahkan, ketika saatnya pulang ke rumah, momen ini justru jadi semacam “perayaan” yang menyenangkan bagi Siti dan keluarga.
Bekerja untuk Merah Putih!
Siti lama menorehkan karirnya di perusahaan multi-nasional. Di perusahaan sebelumnya, Siti juga mengukir prestasi sebagai pimpinan perempuan pertama di SDM. Lucunya, seringkali ada yang memanggilnya dengan panggilan “Pak”. Namun, seiring waktu, mereka akhirnya mengenal Siti. Karena sifatnya yang terbuka dan senang berteman serta tidak pernah membuat jarak, para karyawan lainnya sampai menyapa Siti dengan panggilan Mami, Bunda, dan Emak.
Salah satu hal yang paling berkesan, Siti senang banyak karyawan di perusahaannya dulu yang berkembang. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang kini menduduki posisi direksi. “Sebagai bagaian dari Direksi, kami dapat menjalankan langkah yang seirama dan berdampak positif bagi karyawan,” kesannya, bangga.
Pindah ke perusahaan plat merah, Siti tidak melihat banyak perbedaan dengan perusahaan sebelumnya. Menurutnya, setiap orang harus mampu memberikan kontribusi yang positif di mana pun dia berada. Kontribusi positif ini termasuk dalam hal beradaptasi dan melakukan penyesuaian yang diperlukan.
Bagaimana pun, semua organisasi relatif memiliki warna dan cerita yang berbeda. Malah, keluarganya justru bangga Siti menjadi bagian dari direksi perempuan di BUMN. “Karena (sekarang saya) bekerja untuk merah-putih,” aku Siti.
Kini, Siti berusaha menjadikan DAMRI sebagai tempat yang baik untuk bekerja, berkinerja, dan meniti karir. Pihaknya berusaha menata segala hal yang sudah dimiliki DAMRI per saat ini sekaligus melengkapi dan menyusunnya dalam kerangka kerja lima tahun ke depan. Tentunya, proses ini selaras dengan visi dan misi yang telah dicanangkan oleh perusahaan, yaitu: menjadi perusahaan transportasi kelas dunia yang handal, berkinerja unggul, dan berkelanjutan.
Langkah perusahaan ini pun diakui Siti tidak berhenti walau pandemi melanda. Justru, menurut Siti, momen ini memberikan kesempatan yang lebih luas bagi DAMRI untuk melakukan percepatan di sisi digitalisasi dan perubahan perilaku yang diharapkan dalam menghadapi tantangan selanjutnya.***


















Leave a Reply