
Perempuan masa depan tidak hanya mampu untuk memanfaatkan teknologi digital. Lebih dari itu, mereka juga harus meningkatkan kompetensinya di bidang yang kini banyak didominasi kaum Adam. Dalam hal ini, para manajemen senior perlu memnfasilitasi dan mendorong perempuan guna melakukan upscaling dan rescaling agar bisa bersaing di era digital.
Demikian disampaikan oleh Alexandra Askandar, Wakil Direktur Utama PT. Bank Mandiri (Persero), kala menjadi salah satu pembicara Talkshow dalam Perayaan Hari Ibu Seluruh BUMN di Auditorium Plaza Mandiri, Jakarta, pada 22 Desember 2020 lalu. Dipandu oleh Ersa Mayori, Alexandra bersama empat direktur BUMN lainnya berbagi pengalamannya sebagai pemimpin wanita di perusahaan BUMN.
Alexandra sendiri menilai bahwa inovasi dan teknologi tidak akan bisa dipisahkan dari kehidupan manusia pada masa yang akan datang. Hal ini sangat terasa sekali kala pandemi COVID mewabah di dunia. Kita semua dapat terkoneksi dengan tim kerja, keluarga, maupun teman berkat teknologi.
Perempuan yang akrab disapa Sandra ini menilai bahwa perkembangan teknologi digital akan semakin pesat pada masa yang akan datang. Dalam hal ini, seorang perempuan harus mampu menjadi sosok yang visioner dan lihai menangkap peluang-peluang yang ada pada masa yang akan datang sekaligus mumpuni mengakselerasi kompetensi dirinya. “Talen-talen perempuan harus mampu melakukan upscaling dan rescaling,” ungkap penyandang gelar MBA dari Boston University ini.
Bila tidak mampu membangun kompetensinya dalam bidang teknologi digital, Alexandra khawatir jumlah talen perempuan akan semakin minim kala dunia sudah berubah menjadi lebih digital. Bagaimana pun, bagi penyuka olahraga sepeda ini, perempuan yang mampu meningkatkan kompetensi tidak hanya mampu membawa perubahan bagi bangsa Indonesia. “Kita juga bisa bersaing (lebih baik) di kancah global,” harapnya, penuh optimisme.
Semakin Produktif Kala Pandemi
Di mata Alexandra, perempuan memiliki kemampuan multitasking yang lebih baik dibandingkan pria. Oleh karena itu, ketika seorang perempuan memiliki peran ganda di rumah dan perusahaan, putri bankir Askandar ini menilai kondisi tersebut sebagai anugerah sekaligus tantangan.
Sejauh pengalaman Alexandra, perempuan kerap mengalami dilema untuk memilih pekerjaan dan keluarga kala menikah. Menurut penyandang Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia ini dilema tersebut akan selalu ada, khususnya ketika ada tantangan-tantangan baru dalam kehidupan berrumah tangga.
Ketika tetap berkarir pun, Alexandra menilai perempuan akan selalu menghadapi tantangan lain. Umumnya, tempat kerja penuh dengan bias bawah sadar (unconscious bias) yang selalu menilai perempuan lebih lemah dibandingkan pria. Pandangan ini muncul dari tradisi, budaya, atau pun persepsi yang terbentuk selama interaksi antara pria dan perempuan.
Menghadapi permasalahan di rumah dan kantor tersebut, Alexandra menawarkan dua pendekatan solusi. Pertama, seorang perempuan harus memahami posisinya di rumah dan tempat kerja. Pemahaman ini menurut Alexandra akan membuat mental perempuan lebih siap dalam menghadapi berbagai permasalahan yang dihadapinya. Bahkan, mereka umumnya mampu menerapkan kemampuan multi-tasking dan menjalankan peran ganda lebih baik lagi. “Contohnya direktur-direktur perempuan hebat yang ada di sini yang merupakan perempuan-perempuan hebat yang mampu menjalankan peran gandanya,” ungkap ibu dua anak ini.
Pendekatan kedua, menurut Alexandra, para perempuan harus mempunyai sistem dukungan dari keluarga dan tempat kerjanya. Dukungan dari keluarga sendiri bisa dibangun melalui komunikasi yang lebih baik dengan para anggota keluarga. Adapun dukungan dari tempat kerja bisa ditempuh dengan mengajukan kebijakan yang ramah perempuan, seperti: menyediakan flexi-time, nursery-room, serta chart-care.
Alexandra sendiri melihat pola work-from-home secara total selama pandemi ternyata tidak mengurangi efektivitas dan produktivitas perempuan dalam berkarya. “Artinya, perusahaan-perusahaan bisa menerapkan waktu kerja yang fleksibel pada masa yang akan datang,” tutupnya.***


















Leave a Reply