
Pada dasarnya, kepemimpinan punya karakteristik masing-masing. Meskipun demikian, perempuan memiliki karakteristik kepemimpinan yang lebih unggul dibandingkan pria. Tidak heran bila di balik keberhasilan para pemimpin dunia, ada didikan wanita dan seorang ibu.
Demikian disampaikan oleh Adi Sulistyowati, Wakil Direktur Utama Bank BNI, kala menjadi salah satu pembicara Talkshow dalam Perayaan Hari Ibu Seluruh BUMN di Auditorium Plaza Mandiri, Jakarta, pada 22 Desember 2020 lalu. Dipandu oleh Ersa Mayori, Adi bersama empat direktur BUMN lainnya berbagi pengalamannya sebagai pemimpin wanita di perusahaan BUMN.
Lebih lanjut, Adi menceritakan tentang survei Harvard Business Review yang melakukan survei karakteristik kepemimpinan pada rentang tahun 2016-2019. Hasilnya, dari 19 kapasitas kepemimpinan, 17 kriteria di antaranya terdapat pada pemimpin wanita. Oleh karena itu, Adi menyimpulkan bahwa para perempuan memiliki kekuatan yang luar biasa untuk memimpin.
Adi kemudian memaparkan tentang 4 perbedaan antara pemimpin perempuan dan laki-laki. Pertama, pemimpin perempuan cenderung lebih mampu memotivasi dan menginspirasi. Ketika menghadapi orang lain, para perempuan cenderung mengajaknya bersinergi dan berkolaborasi, alih-alih melihatnya sebagai ancaman. Perbedaan sendiri umumnya akan dikomunikasikan oleh seorang pemimpin perempuan.
Lulusan Manajemen Universitas Krisnadwipayana ini, mendefinisikan motivasi sebagai kemampuan untuk membimbing, mengawal, mendidik, dan membangun tim untuk jadi pemimpin masa depan. Oleh karena itu, menurut Adi, pola kepemimpinan tidak hanya hukuman dan penghargaan atau perintah. Lebih dari itu, kepemimpinan justru lebih dekat dengan sosok seorang ibu. “Ini yang diperlukan,” tandasnya.
Kedua, menurut Adi, para pemimpin wanita cenderung untuk membangun kerja tim. Mereka lebih mementingkan untuk membangun high-performance-team daripada fokus kepada individu. Oleh karena itu, tidak heran dalam kamus perempuan tidak ada kata Superwoman, tetapi cenderung kepada membangun SuperTeam.
Karakter ketiga, para pemimpin wanita lebih peduli terhadap tim dan bawahannya. Mereka juga berusaha untuk memahami kesulitan dan kendala yang dialami timnya, serta berusaha untuk memberikan solusinya. Menurut Adi, hal ini selaras dengan 17 karakter pemimpin wanita yang memiliki nilai tertinggi pada aspek: membina, mendidik, memotivasi, dan menginspirasi.
Terakhir, Adi melihat bahwa para pemimpin wanita juga cenderung menggunakan metode membina, mendampingi, dan umpan balik dalam membangun timnya. Hal ini cenderung memperkuat aspek lainnya yang sudah disebutkan di awal, seperti: pengawalan, pendampingan, dan kmounikasi untuk mendorong timnya untuk maju.
Dari keempat aspek tersebut, perempuan kelahiran 1967 ini menyimpulkan bahwa pola kepemimpinan perempuan merupakan cerminan dari seorang ibu. Pemimpin ini cenderung mendidik dan mengawal anak-anak buahnya untuk sukses. Oleh karena itu, Adi sepakat dengan Menteri BUMN Erick Tohir bahwa menambah Srikandi BUMN justru akan membangun lebih banyak pemimipin masa depan. “Jadi, tepat bila wanita Srikandi BUMN (ditempatkan) untuk membangun Indonesia,” simpulnya, singkat.
Bekerja dengan Hati
Pada kesempatan tersebut, Adi juga berbagi kisahnya bekerja selama 30 taun di BNI. Dalam rentang waktu tersebut, 20 tahun di antaranya dia mendapatkan amanah sebagai pimpinan, mulai dari kepala cabang, kepala wilayah, hingga direktur dan hari ini menempati posisi sebagai wakil direktur utama. Selama itu pula, dia selalu berpedoman pada prinsip bekerja dengan hati.
Makna bekerja dengan hati cukup luas menurut Adi. Salah satunya, membiasakan diri untuk memberikan energi positif terhadap tim dan rekan kerjanya, sehingga mereka bisa berpikir positif dalam kesulitan apa pun. Selanjutnya, ibu dua orang anak ini juga berusaha untuk peduli dengan kesulitan timnya dan turun bersama-sama untuk menyelesaikan masalah yang ada. Konsekuensinya, Adi harus selalu terbuka diri, bersinergi, dan saling memahami agar mampu membangun kerja tim yang baik.
Adi juga mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus rendah hati dan menghindari rasa percaya diri yang berlebihan. Bagaimana pun, keberhasilan seorang pemimpin pada dasarnya merpakan keberhasilan timnya. Dia juga selalu meyakinkan timnya bahwa mereka merupakan calon pemimpin masa depan. “Merekalah yang harus saya bina untuk menjadi yang terbaik di perusahaan,” ungkap Adi. “Juga ajak mereka untuk selalu berdoa agar diberi kemudahan dalam bertugas,” tutupnya.***


















Leave a Reply