Srikandi BUMN Berbagi Kiat Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Redaksi Srikandi BUMN Avatar

Sumber Foto: Dokumentasi Srikandi BUMN

Jumat, 02 Juli 2021 – Peningkatan jumlah kasus Covid-19 dan memburuknya situasi pandemi dalam beberapa waktu terakhir tentu meningkatkan kekhawatiran bagi banyak pihak, terutama mereka yang masih harus berkegiatan di luar rumah.

Sekalipun pemerintah telah menerapkan kebijakan PPKM Darurat pada periode 03-20 Juli di daerah Jawa dan Bali dalam upaya menekan kasus Covid-19 bukan berarti kemudian semua kegelisahan menguap. Tidak sedikit orang yang masih bertanya-tanya tentang tata perilaku yang tepat untuk terhindar dari Covid-19 atau bahkan apa yang harus dilakukan selama menjalani proses penyembuhan.

Dalam rangka untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut Srikandi BUMN menggelar webinar dengan tema Living with the Covid-19 pandemic: What you should know yang membahas tentang Virus Covid-19 dan mutasinya, vaksin, pencegahan penuralan, alat tes deteksi virus Covid-19 serta obat-obatan atau vitamin yang dapat mendukung pemulihan pasien.

Acara talkshow tersebut menghadirkan Dr. Debryna Dewi Lumanauw (Dokter Tim INASAR), Rini Mulia Sari, dr., MKes (Srikandi Biofarma) dan Sharlinni Erisa Putri (Co-Founder PT Nusantics) sebagai narasumber dan Ayu Fandi dari Biofarma selaku moderator.

Dr. Debryna Dewi dalam paparannya menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini sudah lebih buruk dibanding bulan-bulan sebelumnya sehingga kewaspadaan dan kepatuhan dari masyarakat menjadi hal yang penting. Ia juga mengingatkan bahwa lebih utama untuk melihat positivity rate terlebih dahulu dibandingkan data penambahan kasus baru.

“Di tahun 1900-an itu adalah pandemi terakhir sebelum Covid, yaitu pandemi influenza. Saat itu juga kondisinya seperti kita sekarang. Mereka bisa mengatasinya dengan membatasi aktivitas, tapi tidak ada vaksin. Yang terjadi, adalah gelombang kedua yang sangat parah, dan gelombang ketiga walaupun tidak separah gelombang kedua, tapi lebih parah dari gelombang pertama. Di saat kita merasa kita paling kuat, di saat itulah kita lengah, dan di saat itulah kita kemungkinan besar akan jatuh,” ujar Debryna

“Masker itu sangat efektif untuk melindungi kita dari luar, dan melindungi orang lain dari kita jika kita terinfeksi. Asal memakai masker dengan cara yang benar,” tambahnya.

Di akhir paparannya Dr. Debryna menambahkan, “kita belum terlalu terlambat untuk berubah, dalam artian melihat gelombang kedua pandemi secara multifaktor. Salah satunya adalah perilaku manusia. Jangan denial kalau kita lengah selama bulan-bulan kemarin. Inilah penyebab lonjakan kasusnya.”

Pada sesi selanjutnya dr. Rini Mulia Sari menyampaikan alasan terjadinya lonjakan klaster keluarga saat ini adalah karena masyarakat sudah mulai lengah, selain karena munculnya varian-varian baru dari hasil mutasi. Ada empat varian mutasi yang diwaspadai dunia dan tiga dari empat varian itu sudah masuk ke Indonesia yakni Alpha, Beta dan Delta.

“Kita tidak usah muluk-muluk 5M, 6M, 7M kalau 3M saja belum patuh dan disiplin,” kata dr. Rini

Di sesi itu dr. Rini juga menyampaikan pentingnya vaksinasi bagi masyarakat. Ia berharap publik dapat melakukan vaksinasi karena vaksin yang saat ini beredar dipastikan sudah lolos dari regulasi nasional dan internasional sehingga efikasinya dipastikan efektif termasuk juga untuk anak-anak

“Saya ingin berpesan bahwa pandemi ini adalah bencana, dan tantangan, yang perlu kita selesaikan bersama-sama. Jadi lindungi diri kita dan peduli terhadap sesama,” kata dr. Rini

Pada sesi terakhir dalam paparannya Sharlini Eriza Putri menyampaikan Covid-19 masih terus bermutasi sehingga saat ini masih dalam taraf yang berbahaya. Ia mengatakan pencegahan yang efektif dalam mendeteksi mutasi adalah melalui RT-PCR karena dapat mendeteksi perubahan bentuk dari virus

“Akurasi jenis tes yang paling akurat dari test kit yang beredar saat ini adalah RT PCR yang menyasar ke hidung dan tenggorokan dengan akurasi 85-92%,” kata Sharlini

Dalam akhir paparannya Sharlini menambahkan, “Mengapa saat ini terjadi peningkatan kasus adalah karena testing yang kita lakukan belum mampu mendeteksi perubahan atau mutasi virus sehingga tanpa disadari penularan masih terus terjadi.”

Acara yang digelar secara virtual melalui Zoom Meetings dan Siaran Langsung melalui Youtube itu dibuka oleh Ketua Srikandi BUMN Tina T Kemala Intan. Dalam sambutannya Tina T Kemala Intan mengatakan bahwa kegiatan webinar Living with the Covid-19 pandemic: What should you know pada edisi kali ini diharapkan dapat memberikan informasi yang valid dan akurat agar dapat meningkatkan kesadaran bersama dalam mencegah dan memutus rantai penularan Covid-19 serta mengingatkan untuk terus mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penularan

Ikuti berita-berita Srikandi BUMN untuk mendapatkan informasi terkini tentang kami melalui media sosial

Website: www.srikandibumn.org

Instagram: srikandi.bumnindonesia

Twitter: @srikandibumn

Youtube: Srikandi BUMN

Hubungi Kami : Sekretariat FHCI dan Srikandi BUMN Gedung Plaza Mandiri Lt 28

Leave a Reply