Jakarta, 9 Desember 2021 – Kementerian BUMN bersinergi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPID) dan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) menyelenggarakan Kick-Off Indonesia Global Talent Internship dan penandatanganan MoU antara Kementerian BUMN dan Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPID) untuk pelaksanaan program Indonesia Global Talent Internship (IGTI).
Sejalan dengan semangat EVP BUMN, yaitu belajar, bertumbuh dan berkontribusi untuk Indonesia, program ini bertujuan untuk mengakselerasi transformasi Human Capital BUMN khususnya dalam menjawab tantangan dari Bapak Presiden RI, Bapak Joko Widodo, untuk mengelola talenta-talenta hebat yang dapat membawa Indonesia bersaing secara global. Program ini juga berperan untuk mendorong visi BUMN yang berdaya saing global melalui pengembangan SDM BUMN yang unggul dan memiliki global mindset.
Indonesia Global Internship Program (IGTI) adalah salah satu inisiatif strategis yang memberikan kesempatan bagi pelajar Indonesia yang sedang menempuh Pendidikan S2 dan S3 atau lulusan S2 di mancanegara yang belum bekerja untuk dapat terlibat secara aktif dalam research/project strategis yang dilakukan oleh BUMN.
“Saya mendorong program ini karena perlu kita sadari, bahwa disrupsi yang sekarang ini terjadi disebabkan oleh digitalisasi dan anak muda. Ibarat kita ingin menang perang, kita harus memiliki tim yang mengerti apa yang kita hadapi. Inilah pentingnya keberpihakan untuk memberikan kesempatan kepada kepemimpinan muda,†ujar Menteri BUMN, Erick Thohir.
Erick Thohir juga menyampaikan, ada dua hal yang dapat ditanggap dari generasi muda, yaitu optimisme yang luar biasa dan kegundahan. Dari kedua hal tersebut, dapat disampaikan tiga pesan untuk anak muda, yaitu harus punya kapabilitas dan keahlian ketika ingin sukses, bekerja dengan sungguh-sungguh dan semaksimal mungkin serta jangan berhenti belajar. Tekanan yang bertubi-tubi karena keterbukaan global, disrupsi digital yang luar biasa, ketahanan dan kesehatan, yang konteksnya banyak kehilangan orang terbaik, seperti profesor, para pemimpin, ilmuwan, periset dan alim ulama yang meninggal karena COVID-19 dan yang tidak bisa diganti dalam 1 (satu) tahun, juga adanya bonus demografi mengingatkan BUMN untuk terus berkembang dan melakukan transformasi serta menyiapkan future leadership yang bisa menjaga transformasi ke depan dan melakukan perbaikan disrupsi.
Erick Thohir secara khusus mengangkat program-program unggulan yang disampaikan oleh 7 (tujuh) BUMN sangat futuristik, misalnya Riset Vaksin mRNA, dimana sudah diketahui kurang lebih selama 8 tahun yang lalu, namun sampai saat ini kita masih belum punya. Contoh lainnya, mengenai Mining Scientist, seperti studi dekarbonasi, dimana studi ini sangat luar biasa untuk bagaimana kita memberikan nilai tambah dari kekayaan raw material yang berlimpah dan dimiliki Indonesia.
“Kajian mengenai Smart City ini menarik, hal ini perlu dilakukan mengingat dalam waktu dekat ada tambahan 50 juta penduduk yang tentunya akan berpengaruh kepada tata kota dan pemerataan di seluruh Indonesia, penyediaan infratrukur dan sistem keamanan yang harus disiapkan sejak sekarang agar masyarakat kita dapat hidup dalam kondisi yang nyaman. Selanjutnya ada blockchain dan AI, dimana kedepan dengan adanya dunia baru yang disebut metaverse, dimana filosofinya juga mencakup desentralisasi keuangan, dengan payment cryptocurrency dan sistemnya NFT. Dimana hal ini tentunya akan sangat merubah pola kehidupan, dan pertanyaan utamanya apakah kita siap? Ini adalah disrupsi terbesar dalam humankind. Selanjutnya berkaitan dengan renewable energy. Indonesia memiliki berbagai modal yang penting untuk menuju kesana seperti, matahari, angin, sungai, geothermal. Bila kita switch, kita siap. Namun harus dapat diperoleh dengan murah. Sehingga industri kita tetap terjaga competitiveness-nya. Saat ini BUMN difokuskan kepada 12 klaster berdasarkan values chain dan supply chain sehingga dapat lebih fokus dalam membangun ekosistem” tambah Erick Thohir.
Erick Thohir menegaskan diakhir keynote-nya, agar program ini berlanjut dan berkesinambungan agar kita tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan oleh negara-negara di Amerika Latin, yang lupa berinvestasi pada anak muda dan research and development. Selain itu, juga lupa merubah business model untuk menghadapi disrupsi.
“Kita harus menyadari untuk membuat transformasi berjalan terus (sustain), utamanya transformasi Human Capital, teknologi serta innovation untuk terus berjalan maju. Selain itu kita juga perlu menjaga bahwa program-program bukan berjalan atas dasar figure leader namun merupakan suatu hal yang berkelanjutan sehingga dapat memberikan dampak yang besar†ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum FHCI, Alexandra Askandar mengatakan sejak 2018, Forum Human Capital Indonesia (FHCI) telah menyelenggarakan Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) yang membuka kesempatan bagi mahasiswa Indonesia melaksanakan magang BUMN diseluruh Indonesia. PMMB ini membuka kesempatan magang bagi 433 PTN/PTS di Indonesia dan diikuti oleh lebih dari 24.000 Mahasiswa.
“Besar harapan kami, ke depan, ruang lingkup dari program IGTI tentu akan diperluas ke seluruh BUMN, oleh karena itu kami ingin mengundang dari BUMN lain untuk bersama-sama mendukung kesuksesan Program IGTI untuk bersama-sama menciptakan BUMN yang berdaya saing global. Semoga kesempatan ini dapat menginspirasi bukan hanya talenta yang mendapatkan kesempatan magang namun juga BUMN yang menjadi tempat berkarya untuk mengadopsi wawasan global dari talenta dimaksud,†ujar Alexandra Askandar.
Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia, Faruq Ibnul Haqi mengungkapkan tentunya program ini dapat diwujudkan ketika semua mampu memanfaatkan sebaik-baiknya momen bonus demografi saat ini yang hanya terjadi sekali dalam sejarah bangsa. PPI Dunia berkomitmen untuk ikut serta mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045 dengan cara merancangkan program-program untuk meningkatkan kompetensi, hard skill dan soft skill anggota PPI Dunia, salah satunya adalah program IGTI ini.
Faruq juga menyatakan bahwa dengan melibatkan 7 (tujuh) perusahaan BUMN dengan total 44 proyek dan riset yang strategis, ini menjadi suatu tantangan khususnya untuk PPI Dunia beserta talenta muda di luar negeri untuk mampu menjawab tantangan tersebut dalam rangka berkontribusi untuk pembangunan bangsa dan membersamai Indonesia Emas 2045. Selain itu, dengan jejaring PPI Dunia yang tersebar di 60 negara, akan menjadi suatu kekuatan kolaborasi untuk mengembangkan global talents yang potensial dan mendukung transformasi BUMN menjadi korporasi profesional berkelas dunia.
Adapun program unggulan yang ditawarkan oleh 7 (tujuh) perusahaan BUMN, melalui pitching secara langsung pada acara tersebut:
- PT Perkebunan Nusantara III, Bioinformatika : “OMICs in a Digital World: Bioinformatics as a ‘Rosetta Stone’ for DNAâ€Â; Dekarbonasi dan Sosiotecnoekonomi dalam industry Perkebunan.
- PT Pertamina, Unlocking Various Renewable Sources to generate Low Emission Energy Carries.
- PT PLN, Green Booster & Renewable Energy Large Scale; PLN Mobile.
- PT Telkom Indonesia, Blockchain & Artificial Intelligence; Asset Management berbasis RFID.
- MIND ID, Teknis: Studi Dekarbonasi (Co-Firing Biomass, Carbon Capture Storage, Konvensi CO2 to Chemical) Riset Keekonomian Teknis: Studi Tekno-Ekonomi Ekstraksi Mineral.
- PT Bank Tabungan Negara, Riset Mortgage; Riset Smart City.
- PT Biofarma, Riset Vaksin mRNA.
Kesempatan ini diharapkan dapat menginspirasi bukan hanya talenta yang mendapatkan kesempatan magang namun juga BUMN yang menjadi tempat berkarya untuk mengadopsi wawasan global dari talenta dimaksud. Pendaftaran IGTI dibuka hingga tanggal 19 Desember 2021, melalui platform yang telah disediakan dan dapat diakses melalui IGTI.fhcibumn.com.
Kedepan, program ini akan terus dikembangkan baik dari sisi jumlah BUMN yang terlibat, jumlah area research/project, hingga kapasitas peserta internship.
Narahubung :
Sekretariat FHCI
Gd. Plaza Mandiri, Lt 28, Sekretariat FHCI
Jl. Gatot Subroto Kav 36-38, Jakarta 12190
Telp: (+62 21 2524247)





















Leave a Reply