
Setiap tanggal 2 Mei adalah saat yang tepat untuk merefleksikan kembali nilai-nilai ajaran dari Ki Hajar Dewantara yang relevan dalam berbagai bidang termasuk dalam dunia kerja. Bagi Srikandi, tentu saja tiga pilar ajaran Ki Hajar Dewantara dapat menjadikan acuan dalam mengintegrasikan wawasan yang dihasilkan dari proses pendidikan ke dalam pekerjaan sehari-hari, terutama bagi para Srikandi BUMN sebagai pemimpin.ÂÂ
Berikut tiga pilar ajaran Ki Hajar Dewantara dan penerapannya dalam dunia kerja:
Ing Ngarsa Sung Tulada (Di Depan Memberikan Contoh Baik)
Seorang pimpinan dalam berbagai level, wajib memberikan contoh yang baik dalam menjalankan etos kerjanya dengan menanamkan berbagai budaya kerja yang berintegritas, penuh kedisiplinan, punya rasa memiliki terhadap Perusahaan serta menjunjung tinggi kejujuran.
Jika seorang pemimpin sudah membiasakan hal-hal baik yang dapat menjadi teladan, semua kebiasaan ini akan menular kepada semua rekan kerja juga anak buahnya. Kebiasaan-kebiasaan baik ini contohnya adalah:
- Membiasakan hadir di tempat kerja tepat waktu dan ikut menjalankan aturan yang ditetapkan dalam perusahaan sebagai nilai integritas dan kerendahan hati seorang pemimpin yang konsisten dalam membudayakan taat aturan baik bagi dirinya sendiri juga bagi semua pegawai di dalam perusahaan tersebut.
- Menjalankan SOP (Standard Operating Procedure) yang konsisten, selain dapat memberikan hasil kerja yang optimal, dengan menjalankan SOP perusahaan dalam setiap aktivitas kerjanya, kebiasaan ini dapat diikuti oleh semua elemen yang di dalam perusahaan sebagai akumulasi dampak baik dari kinerjanya.
- Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan tidak tergantung dengan rekan kerja lain sekalipun kepada bawahannya. Contohnya, walaupun Srikandi adalah pimpinan namun dalam kondisi tertentu bisa mandiri membuat teh atau kopi untuk dirinya sendiri atau membereskan meja kerjanya sendiri. Apapun yang sekiranya mampu dilakukan sendiri, tidak perlu membebani rekan lainnya, sekalipun kepada office boy.
Ing Madya Mangun Karsa (Di Tengah Membangkitkan Semangat)
Pemimpin yang berbaur di dalam perusahaan, telah mengadopsi kebiasaan baik dari lingkungan kerja yang inklusif. Seorang pimpinan dapat hadir di tengah tim kerja untuk merasakan apa yang terjadi di lapangan atau mengetahui bagaimana jalannya proses dalam suatu pekerjaan. Maka hal-hal berikut adalah beberapa contoh yang dapat diimplementasikan untuk memperdalam pilar kedua Ki Hajar Dewantara:
- Srikandi secara rutin berdiskusi secara kasual di luar rapat kerja sebagai upaya efektif untuk menyerap aspirasi dan masukan melalui dialog terbuka.
- Srikandi membangun kreativitas dan inovasi sebagai wadah untuk tim dalam mengembangkan karya inovasi tersebut secara berkelanjutan. Jika hal ini dilakukan, tim kerja pun akan semakin tumbuh semangatnya dalam menciptakan kreativitas dan inovasi selanjutnya dengan inisiatif besar.
- Menjadi mentor dan memfasilitasi, Srikandi yang telah memiliki kapasitas dalam berbagai keilmuan dan keterampilan, dapat mentransfer ilmu dan kemampuannya kepada tim kerja secara periodik. Lalu, Srikandi pun memfasilitasinya dengan menyediakan infrastruktur dalam capacity building. Misalnya, menyediakan narasumber ahli atau membuat program belajar yang bervariasi sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Tut Wuri Handayani (Di Belakang Memberikan Dorongan Untuk Lebih Baik)
Jika pegawai diberikan kepercayaan dan ruang berekspresi, kinerjanya akan lebih baik dan mampu mendorong mereka dalam berinisiatif, bahkan Ketika dituntut untuk memutuskan sesuatu yang cepat, dapat ditanganinya dengan baik karena ada ruang baginya untuk mengerahkan kemampuannya.
Berikut beberapa kebiasaan yang dapat memberikan peningkatan etos kerja tim sebagai refleksi dari nilai Tut Wuri Handayani:
- Srikandi sebaiknya menghindari gaya kepemimpinan “one man/woman show†agar dapat memberikan kesempatan kepada tim untuk bergantian memimpin sebuah proyek atau program tertentu. Tujuannya, siapapun dan apapun kedudukannya, sebaiknya memiliki pengetahuan dan sikap kepemimpinan yang baik dan dapat diimplementasikan dalam kehidupannya sehari-hari di lingkungan tempatnya berada. Pemimpin yang bijaksana tentunya mampu meregenerasi kepemimpinannya.
- Pemimpin yang mampu meningkatkan kapasitas tim, tidak melakukan mico managing. Untuk menghindari kebiasaan tersebut, Srikandi tidak perlu terlalu sering memberikan instruksi detail yang sebenarnya dapat didelegasikan ke tim kerja. Kurangi control berlebihan dan berikan ruang inisiatif.
- Memberikan rekomendasi pelatihan dan tes potensi bakat agar tim lebih percaya diri dalam meningkatkan kapasitasnya.
Tiga pilar ajaran Ki Hajar Dewantara yang dapat menjadi refleksi dalam dunia kerja, dampaknya dapat meningkatkan kualitas kepemimpinan, mendorong peningkatan kerja pegawai dengan karakter yang berkualitas dan memperkuat lingkungan kerja yang inklusif.
Selamat Hari Pendidikan Nasional!


















Leave a Reply