
Bagi Srikandi yang memiliki anak sekolah, masih ada sisa waktu liburan anak hingga pertengahan Juli ini, bagi Srikandi yang tinggal di Jakarta, dapat memanfaatkan sisa waktu liburan di tempat rekreasi yang ramah anak plus edukatif. Di antaranya dua tempat wisata milik BUMN yang mudah dijangkau baik lokasi maupun biaya. Di antaranya Srikandi dapat mengajak keluarga ke Taman Mini Indonesia Indah dan Hutan Kota GBK karena kedua tempat ini selain nyaman dan edukatif juga memiliki konsep ruang terbuka hijau yang dapat memberikan pengalaman menyenangkan bagi anak.
Taman Mini Indonesia Indah
Taman Mini Indonesia Indah merupakan inisiatif dari Ibu Negara Indonesia Tien Soeharto ini diresmikan pada April 1975 sebagai upaya melestarikan budaya bangsa dan sebagai tempat bagi masyarakat Indonesia yang ingin mengenal Indonesia dalam waktu singkat di satu tempat. Sehingga bagi yang belum sempat keliling Indonesia, dapat mengenal seluruh provinsi mulai dari budaya, bangunan rumah adat hingga berbagai identitas dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia.
Pada 1 September 2023, TMII bertransformasi dengan wajah barunya melalui pengelolaan BUMN. Diperkuat dengan pilar green, inclusive, culture dan smart. Dari empat pilar yang diusung ini, TMII memberikan relevansi terhadap kebutuhan pariwisata untuk masyarakat Indonesia khususnya bagi keluarga yang ingin menghabiskan waktu luangnya di tempat yang bukan hanya nyaman namun memiliki nilai yang dapat melekat sebagai pengalaman berharga bagi para pengunjungnya.
Berikut manfaat yang bisa didapatkan jika Srikandi berwisata di TMII:
1. Di lokasi Eco-Park yang merupakan ruang terbuka hijau dengan area 70% dapat menjadi tempat anak-anak bermain dengan leluasa, misalnya berlari, jalan cepat atau melakukan banyak permainan yang memerlukan ruang luas dan terbuka seperti main kucingan, main bola ringan, games kelompok dan masih banyak lagi.
Manfaatnya, anak-anak dapat melatih imajinasi dan kognitif secara efektif dan dapat berekspresi bebas. Dengan pergerakan yang leluasa, anak pun dapat memancing kreativitas dirinya dengan baik.
2. Melalui berbagai wahana yang terdapat di TMII seperti anjungan daerah, museum, rumah ibadah, wahana rekreasi, Taman Burung Jagat Satwa Nusantara, Dunia Air Tawar dan Serangga Jagat, Museum Komodo dan berbagai event lainnya, terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat dengan berbagai kondisi. Dengan bergabungnya anak-anak di berbagai wahana yang dijelajahi maka anak pun akan terlatih bersosialisasi di lingkungan inklusif. Oleh karena itu, Srikandi patut mengajak anak untuk berkomunikasi dengan siapapun yang berada di satu tempat yang sama.
Berkomunikasi dengan orang lain dapat melatih anak untuk memperdalam empati dan rasa percaya dirinya. Contohnya, anak dapat diajarkan bertanya ke pemandu wisata, petugas lapangan di area wahana atau kepada sesama pengunjung. Sesederhana melakukan sapaan ramah dapat menjadi permulaan untuk dicoba. Tentu saja hal ini merupakan bukti dari implementasi pilar inklusif TMII.
3. Pilar culture TMII mengajak seluruh pengunjung menjadi peran utama dalam setiap anjungan, budaya hingga pertunjukan yang interaktif sehingga, pengunjung menjadi lebih terlibat dalam setiap sajian kebudayaan. Dari sini, anak-anak akan terpupuk rasa nasionalismenya dan belajar untuk mengenal lebih dekat setiap budaya yang ditemuinya. Jika anak-anak mulai mencintai budaya bangsanya sendiri, secara alamiah anak akan turut menjaga dan mengembangkannya di masa depan.
4. Relevansi dengan era kekinian yang serba digital maka wajah baru TMII diperkuat dengan pilar Smart yang mana banyak sudut dan wahana yang ada di TMII menggunakan teknologi digital untuk mengeksplorasi TMII secara maksimal dan lebih atraktif. Tentu saja proses adaptif anak-anak pun akan lebih mudah dan suasana liburan menjadi semakin menyenangkan.
Hutan Kota GBK

Hutan Kota GBK dapat menjadi pilihan lain bagi Srikandi dan keluarga untuk menghabiskan sisa waktu liburan anak. Hutan Kota GBK dapat menjadi alternatif untuk quality time bersama keluarga dalam waktu terbatas. Karena jam buka tempat ini sangat terbatas, yaitu mulai dari hari Selasa hingga Sabtu dan jam buka dibagi dua shift, pukul 06.00 – 10.00 dan shift kedua pada pukul 15.00 – 18.00. Untuk mencapai lokasi, Srikandi dapat melewati pintu 5 dan 6 dan tidak dikenakan harga tiket masuk.
Di Hutan Kota GBK, anak-anak dapat bermain dengan lepas sambil memandang gedung-gedung tinggi yang mengelilingi area luas terbuka hijau tersebut. Pemandangan gedung-gedung itu dapat menjadi cerita tersendiri bagi anak dalam menyelam imajinasinya tentang gedung-gedung pencakar langit tersebut. Bisa juga menjadi inspirasi mengejar cita-cita agar mereka dapat bekerja di dalam gedung yang dilihatnya.
Area Hutan Kota GBK juga memiliki fasilitas seperti bangku-bangku, kolam ikan, ruang ganti baju bagi yang telah selesai berolahraga, toilet yang terawat, tempat jogging hingga kolam trembesi. Bagi pengunjung yang ingin mengisi perut pun tersedia food court yang menawarkan berbagai menu praktis.
TMII dan Hutan Kota GBK dapat menjadi tempat keluarga dalam beraktivitas dan bonding melalui berbagai kegiatan menyenangkan. Bukan hanya rekreasi, dua tempat ini juga memberikan semangat untuk bertumbuh bagi siapapun terutama bagi anak yang suka mengeksplorasi banyak hal.Bagaimana Srikandi? Sudah siap mengajak keluarga untuk kembali quality time di penghujung waktu liburan sekolah anak? Jadikan pengalaman rekreasi yang memorable sebagai investasi kebahagiaan untuk anak!


















Leave a Reply