Nurul Akhsani Sulistyawati, Membangun Kepercayaan dan Pengaruh Melalui Komunikasi Efektif

Redaksi Srikandi BUMN Avatar

Sebagai pemimpin, saat ingin membangun pengaruh dan kepercayaan terhadap tim kerjanya memerlukan strategi yang tepat. Di antaranya dengan mempertajam empati, kepiawaian membangun program, menanamkan integritas hingga kemampuan mengelola konflik. Namun ada satu lagi yang tak kalah penting yaitu komunikasi efektif. Hal ini dikemukakan oleh salah satu pengurus Komunitas Srikandi BUMN, Kak Nurul Akhsani Sulistyawati yang biasa dipanggil Kak Nurul di lingkungan terdekatnya.

Kak Nurul selama bergabung di BUMN sudah menanamkan niat untuk memberikan dampak positif dan manfaat untuk masyarakat luas melalui pekerjaan dan organisasi. BUMN bagi Kak Nurul adalah wadah yang tepat untuk mewujudkan niat tersebut mengingat BUMN adalah lembaga yang memiliki peran vital dalam upaya membangun negeri dalam berbagai sektor.

Panggilan hatinya untuk berkarya di BUMN pada sektor perbankan, kian memantapkan Kak Nurul untuk menyalurkan segenap kemampuan dan latar belakang pendidikannya dalam memimpin tim kerjanya dengan menularkan semangat integritas dan membangun berbagai program berkelanjutan yang berdampak. Dalam menyalurkan berbagai informasi kepada tim kerja, Kak Nurul menekankan untuk membangun narasi persuasif sebagai upaya agar semua informasi yang disampaikan melalui pertemuan, diskusi hingga mentoring dapat tersampaikan dan mudah dicerna.

“Menjadi pemimpin tidak lepas dari keputusan-keputusan sulit, khususnya saat harus menyeimbangkan antara kepentingan bisnis dan kesejahteraan tim kerja. Oleh karena itu, saya selalu menekankan pentingnya komunikasi efektif sebagai kunci utama dalam menyampaikan suatu kebijakan.” Ujar Kak Nurul

Komunikasi efektif menurut Kak Nurul dapat membantu dirinya saat menyampaikan instruksi dengan jelas. Aspirasi dari tim kerja pun dapat diserap dengan baik karena dengan komunikasi efektif, melibatkan empati dan kepedulian sehingga mampu memahami kebutuhan, perasaan, dan tantangan yang dihadapi oleh tim. Kak Nurul juga selalu menjadikan konflik menjadi peluang perbaikan, tidak untuk diperdebatkan.

Menyikapi soal kesetaraan gender di perusahaan, Kak Nurul sangat mendukung perempuan untuk memperoleh kesempatan yang setara dengan laki-laki. Kak Nurul memiliki sudut pandang soal kesetaraan gender dengan menekankan bahwa perempuan dan laki-laki dapat berkolaborasi untuk tujuan yang sama, yaitu memajukan perusahaan. Baginya, tidak masalah untuk masing-masing saling berbagi peran dan saling menempatkan diri sesuai kapabilitas yang dimiliki agar sesuai dengan visi perusahaan. Jadi, semuanya harus saling mendukung.

Berangkat dari keberhasilannya memimpin tim kerja, Kak Nurul berhasil meraih prestasi dalam kariernya sebagai Senior Vice President Bank Mandiri. Pencapaian tersebut diimbanginya dengan keberhasilannya dalam menjalankan peran sebagai Ibu dari empat anaknya.

“Keberhasilan saya menyeimbangkan antara karier dan keluarga, saya selalu membiasakan untuk menjalankan efektivitas dan efisiensi saat bekerja di kantor. Saya berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan semua kewajiban sesuai tenggat waktu di kantor, supaya pada saat pulang ke rumah, waktu saya untuk keluarga sepenuhnya.” Kata kak Nurul.

Kak Nurul menganggap kehidupan keluarga di rumah adalah hal berharga untuk membangun kedekatan berkualitas dengan suami dan anak-anaknya. Selain melakukan bonding bersama keluarga, Kak Nurul juga memanfaatkan waktu luang di luar bekerja untuk ikut klub olahraga yoga dan lari sebagai upaya agar hidup sehat jiwa dan raganya.

Kak Nurul saat olah raga lari. Sumber foto: Dokumen Pribadi

“Dengan berolah raga dan membangun kebersamaan berkualitas dengan keluarga tentu membuat saya memperoleh banyak energi kembali untuk saya beraktivitas di kantor serta berpengaruh ke produktivitasnya. Saya pun sering mengungkapkan perasaan dalam jurnal pribadi saya sebagai cara untuk menjaga kesehatan mental.”

Kak Nurul suka membaca berbagai novel dengan genre motivasi sekaligus menghibur. Kebiasaan membaca dan menulis sudah dijalankan sejak kecil dan dari kesukaannya membaca, Kak Nurul memperoleh wawasan tambahan yang juga memberikan insight pada pekerjaannya.

“Dengan membiasakan membaca dan menulis, memberikan dampak terhadap keterampilan berkomunikasi saya secara efektif, bahkan dari karya fiksi pun dapat memberikan kekayaan literasi karena dari kebiasaan ini, kosa kata saya terus bertambah dan diksi yang digunakan saat berkomunikasi juga lebih luas.” Kak Nurul menambahkan.

Peran dalam Srikandi BUMN

Sebagai salah satu tim inti dari Komunitas Srikandi BUMN, Kak Nurul dipercaya untuk menangani Capability Development yang bertugas untuk memfasilitasi perkembangan kemampuan setiap anggota agar berdampak pada organisasi. Peran tersebut mencakup identifikasi kebutuhan, perancangan program hingga pengembangannya, dan evaluasi kegiatan.

Bidang Capability Development dituangkan dalam kegiatan mentoring, diskusi pengembangan karier, hingga pelatihan profesional dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan anggota. Langkah kolaboratif diimplementasikan dengan mendorong tim untuk selalu mengembangkan kolaborasi dengan komunitas-komunitas yang ada di masyarakat. Hal ini bertujuan supaya nilai manfaat dari program Srikandi BUMN dapat dirasakan juga oleh masyarakat luas.

Proses kegiatan tersebut selain untuk mendorong anggota agar memiliki kemampuan soft skill dan hard skill yang mumpuni, juga dapat memberikan pengalaman dalam berkoordinasi serta saling mendukung. Semua nilai yang ditanamkan berharap diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya sebagai upaya untuk mewujudkan visi Srikandi BUMN dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif. Capability Development juga  mendukung peran perempuan saat menduduki berbagai jabatan strategis untuk memperoleh penguatan talenta secara profesional.

“Banyak hal yang dapat dilakukan oleh perempuan untuk saling melengkapi dalam upaya memajukan perusahaan, organisasi, dan membangun kemajuan Indonesia dengan kemampuan yang dimiliki. Oleh karena itu, semua perempuan Indonesia sepatutnya menyadari potensi diri untuk dikembangkan agar dapat berkontribusi nyata.” Pungkas Kak Nurul.

Tagged in :

Leave a Reply