Perempuan Berisiko Tinggi Terhadap Osteoporosis, Berikut Cara Mencegahnya

Redaksi Srikandi BUMN Avatar

Setiap tanggal 20 Oktober sejak 1996 hingga saat ini, diperingati sebagai Hari Osteoporosis Dunia yang dicetuskan oleh International Osteoporosis Foundation (IOF) yang didukung oleh World Health Organization (WHO). Peringatan ini penting sebagai upaya meningkatkan kesadaran global dalam memberikan perhatian khusus pada kesehatan tulang. Tujuan utamanya bermuara pada pencegahan osteoporosis.

Menurut IOF, osteoporosis adalah kondisi tulang yang berpori karena kepadatan semakin berkurang dan berisiko menyebabkan patah tulang atau pengeroposan tulang secara perlahan. Tentu saja hal ini dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya karena dapat mengganggu berbagai aktivitasnya.

Srikandi, sebagai perempuan aktif dan memiliki berbagai aktivitas baik dalam pekerjaan maupun organisasi, tentu harus selalu menyadari akan potensi terjadinya osteoporosis dengan selalu memeriksa secara berkala ke dokter spesialis dan memerhatikan asupan nutrisi yang disarankan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, perempuan Indonesia mengalami osteoporosis mencapai 23% dan prevalensinya meningkat sebesar 53% pada usia di atas 80 tahun. Fakta ini menunjukkan bahwa setiap perempuan wajib menjaga kesehatan tulangnya sedini mungkin sebagai langkah pencegahan.

Meskipun Srikandi masih dalam usia produktif, tetap harus ada langkah pencegahan osteoporosis agar tetap produktif dan dapat menjalankan berbagai aktivitas tanpa terganggu pergerakannya. Karena dengan tulang sehat, Srikandi akan semakin gesit dalam mobilitas sehari-harinya.

Osteoporosis Silent Killer, Ketahui Gejalanya

Pada umumnya, osteoporosis tidak menunjukkan tanda pada tahap awal. Penderita tidak akan merasakan bahwa tulangnya sedang mengalami penurunan fungsi karena berkurangnya kepadatan tulang seiring berjalannya waktu. Gejala mulai terlihat pada saat penderita mengalami patah tulang karena benturan atau aktivitas ekstrim. Biasanya beberapa bagian tulang yang mudah patah karena osteoporosis terjadi pada pergelangan tangan, tulang belakang, tulang pinggul bahkan tulang kaki dan tangan.

Beberapa tanda yang signifikan pada saat kondisi tubuh mulai membungkuk, tinggi badan berkurang, nyeri punggung berkepanjangan, hingga tulang patah. Jika hal ini sudah terjadi, disarankan untuk memeriksakan kesehatan tulang secara berkala secara medis melalui pemeriksaan densitas tulang.

Tips Mencegah Osteoporosis

Menurut dr. Omar Luthfi, SpOT (K) Spine, dokter spesialis ortopedi, menegaskan bahwa pencegahan osteoporosis bisa dilakukan dengan langkah menjaga asupan nutrisi seimbang dan olah fisik secara rutin. Berikut cara pencegahan yang dapat Srikandi lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Olah raga rutin

Olah raga  yang dapat menstimulasi pembentukan tulang yang baik dan menjaga kepadatannya bisa dengan cara angkat beban ringan, jogging, yoga, pilates, dan senam ringan. Untuk Srikandi yang memiliki waktu terbatas, dapat melakukan olah fisik di sela bekerja. Misalnya, pilih menggunakan tangga saat naik turun di dalam gedung perkantoran, bawa dumbel barbel praktis ke kantor, taruh di bawah meja atau samping kursi. Sempatkan beberapa menit secara rutin untuk angkat beban sambil duduk atau berdiri di waktu istirahat. Srikandi bisa juga mengundang instruktur yoga ke kantor pada jam pulang, ajak beberapa rekan kerja untuk ikut yoga bersama agar lebih semangat. Banyak cara praktis untuk disiasati agar kebutuhan olah fisik terpenuhi walau dalam waktu terbatas.

2. Asupan makanan kaya kalsium

Salah satu yang menjadi penguat tulang adalah kalsium. Srikandi disarankan mengonsumsi asupan makanan yang kaya kalsium dan vitamin D. Misalnya susu sapi, susu kedelai, kacang-kacangan, brokoli dan sayuran hijau lainnya, dan ikan. Sempatkan juga untuk berjemur selama 10-15 menit di bawah matahari pagi atau sore agar vitamin D di dalam tubuh dapat diproses dengan baik saat bertemu dengan sinar matahari.

3. Hindari gaya hidup berisiko

Gaya hidup berisiko osteoporosis diantaranya, minim aktivitas fisik, mengonsumsi alkohol dan rokok yang dapat mempercepat hilangnya massa tulang. Dalam upaya pencegahan osteoporosis juga harus memerhatikan kondisi berat badan agar stabil, tidak obesitas juga tidak terlalu kurang berat badan.

Menurut National Institute of Health, diet ekstrem juga wajib dihindari karena tubuh yang kurang asupan nutrisi akan berakibat menurunnya massa otot dan lemak secara drastis. Kondisi tersebut membawa dampak penurunan hormon estrogen yang memberi andil pada berkurangnya kepadatan tulang.  

Menjaga kesehatan tulang tidak harus menunggu lansia, tetapi harus dilakukan sejak dini sebagai bagian dari investasi jangka panjang bagi setiap perempuan. Srikandi Danantara dapat menjadi teladan dalam menerapkan pola hidup sehat di lingkungan kerja. Di antaranya dengan mengedepankan gaya hidup aktif, nutrisi seimbang, serta kesadaran terhadap pemeriksaan kesehatan berkala. Dengan tulang yang kuat, tidak hanya menopang tubuh sendiri, tetapi juga semangat untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Jadikan Hari Osteoporosis Dunia sebagai momentum bagi seluruh perempuan Indonesia, terutama para Srikandi Danantara, untuk lebih peduli terhadap kesehatan tulang dan menjadikannya prioritas dalam kehidupan sehari-hari.

Tagged in :

Leave a Reply