Memanfaatkan Workplace Wellness Untuk Kesehatan Mental di Tempat Kerja

Redaksi Srikandi BUMN Avatar

Kesehatan mental di tempat kerja merupakan hal yang perlu diberikan perhatian khusus. Bukan sekadar topik, namun menjadi sebuah kebutuhan holistik yang harus dipenuhi. Kabar gembiranya, banyak perusahaan yang memiliki pandangan bahwa produktivitas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh keseimbangan emosional, mental, dan sosial karyawan. Salah satu pendekatan strategis yang terbukti efektif untuk menjaga keseimbangan tersebut adalah penerapan workplace wellness.

Workplace wellness adalah serangkaian program dengan fasilitas serta sarana untuk mendukung kesejahteraan holistik karyawan agar dapat menyelaraskan tanggung jawab karier dan kebutuhan dirinya secara pribadi tanpa mengorbankan kesehatan mental.

Fakta tuntutan multi peran perempuan

Srikandi, sebagai perempuan modern dengan berbagai aktivitas, tetap saja mementingkan keluarga sebagai prioritas utama. Selain itu, kebutuhan untuk terhubung ke dirinya sendiri pun menjadi poin penting agar tetap menjadi manusia seutuhnya. Seperti kata Psikolog dari Amerika Abraham Maslow  yang mengemukakan bahwa setiap kehidupan manusia harus terpenuhi semua kebutuhan dasarnya, baik secara fisik, mental, maupun perasaan untuk diakui.

Peran workplace wellness sangat membantu para pekerja khususnya pekerja perempuan yang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan mental karena tuntutan untuk hadir dalam pekerjaan di kantor maupun tugas domestik. Di sisi lain, tuntutan produktivitas tinggi di dunia kerja modern sering kali tidak memperhitungkan beban ganda yang dipikul perempuan. Akibatnya, banyak perempuan yang berisiko mengalami burnout, gangguan tidur, kecemasan, hingga menurunnya motivasi kerja.

Program workplace wellness perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keselarasan antara kehidupan pribadi dan profesional. Dengan adanya keselarasan ini, tempat kerja tidak lagi sekadar tempat untuk memperoleh penghasilan. Namun menjadi ruang untuk bertumbuh, membantu setiap karyawan untuk menjadi versi terbaik dirinya yang sehat secara fisik, mental, dan stabil secara emosional.

Bentuk workplace wellness di tempat kerja

Program workplace wellness bentuknya beragam dan disesuaikan dengan budaya kerja setiap perusahaan serta menyesuaikan dengan kebutuhan karyawannya. Berikut adalah beberapa contoh workplace wellness yang umum diterapkan dalam perusahaan:

1. Program kesehatan fisik

Fisik yang sehat dapat memberikan kinerja optimal. Beberapa perusahaan biasanya memfasilitasi medical check up rutin, menyediakan menu sehat di kantor, fasilitas olah raga ringan serta mendatangkan instruktur senam atau yoga dalam periode tertentu.

2. Program kesehatan mental

Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Ungkapan ini selaras dengan inisiatif perusahaan yang memfasilitasi sesi konseling dan kelas-kelas mindfulness agar karyawan dapat melakukan stress release dengan cara yang tepat.

3. Pelatihan pengembangan diri

Perusahaan yang kerap memberikan capacity building skills bagi karyawannya, dapat memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya dalam menambah kualifikasi walau dalam waktu terbatas. Dengan semangat pengembangan diri tersebut, karyawan tidak akan merasa ketinggalan di tengah serba cepatnya perubahan tren.

4. Kegiatan sosial dan komunitas

Kegiatan sosial seperti berorganisasi dan berkomunitas adalah contoh konkret yang dapat memberikan dampak pada kebermaknaan karyawan saat menjalankan tugasnya. Contohnya adalah Komunitas Srikandi Danantara, yang memberikan ruang ekspresi dan memberikan kesempatan untuk berkontribusi pada organisasi dan masyarakat sesuai dengan kemampuannya.

5. Work-life balance support

Jika perusahaan memberikan fasilitas kerja hybrid dengan jam kerja fleksibel, Srikandi dapat memanfaatkannya dengan baik disertai tanggung jawab penuh. Srikandi juga bisa memaksimalkan masa cuti sebaik-baiknya. Gunakan masa cuti untuk berhenti sejenak dari pekerjaan dengan tujuan untuk recharge energi agar lebih produktif lagi.

Cara tetap wellness walaupun tanpa fasilitas workplace wellness

Tidak semua perusahaan menyediakan fasilitas workplace wellness secara lengkap dan terstruktur. Namun bukan berarti karyawan tidak bisa menjaga kesehatan mental dan kesejahteraannya sendiri. Berikut cara untuk tetap memiliki wellness secara mandiri:

1. Atur batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, gunakan waktu bekerja semaksimal mungkin dengan menghindari prokrastinasi. Jika waktu kerja digunakan secara maksimal, Srikandi akan terhindar membawa pekerjaan ke rumah secara berlebihan, yang akan memangkas waktu kebersamaan dengan keluarga juga masa me time.

2. Rutin olah fisik, melakukan olah raga ringan seperti yoga, angkat dumbbell, atau sekadar jalan di pagi hari akan membantu Srikandi terjaga semangat dan energi positifnya

3. Melatih kesadaran diri, dengan cara meluangkan waktu untuk terkoneksi dengan diri sendiri. Kegiatan ini bisa berupa journaling, meditasi di tempat yang kondusif, atau menulis hal-hal baik atau tantangan yang dihadapi selama seharian beraktivitas. Hal ini juga dapat menjadi proses stress release.

4. Menjalani hobi dan hal-hal yang disukai, hobi dan sesuatu yang disukai biasanya memberikan makna dan lebih mengenal diri sendiri. Srikandi dapat memanfaatkan waktu luang dengan menjalankan hal-hal yang disenangi sebagai pemenuhan kebutuhan psikologis. Jika karya dari hobi yang dijalani tersebut dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan orang-orang di sekitarnya, tentu menjadi nilai tambah tersendiri.

Manfaat workplace wellness bagi karyawan

Bagi karyawan, workplace wellness bermanfaat dalam menurunkan stress dan kelelahan kerja. Kerja menjadi lebih semangat dan fokus, serta mudah dalam menggali kreativitasnya. Dengan keselarasan hidup yang lebih baik maka loyalitas dan kepuasan kerja pun meningkat.

Manfaat workplace wellness bagi perusahaan

Bagi perusahaan yang memfasilitasi workplace wellness, bisa mendapatkan benefit peningkatan produktivitas serta menurunkan tingkat absensi dan turnover. Budaya kerja kolaboratif dan inklusif juga dengan alamiah terbentuk karena terciptanya kegiatan dengan interaksi positif.

Perusahaan juga dapat meningkatkan citra positif karena mampu menciptakan tempat kerja dengan kepedulian tinggi terhadap kebaikan karyawannya. Perusahaan yang berinvestasi pada kesejahteraan karyawannya secara langsung perusahaan tersebut berinvestasi pada keberlanjutan bisnisnya. Karyawan yang bahagia akan memberikan dampak positif terhadap performa kerja secara keseluruhan.

Workplace wellness bukan sekadar tren HR modern, tetapi kebutuhan nyata dalam dunia kerja saat ini. Di tengah dinamika dan tekanan pekerjaan, program ini menjadi oase yang memberikan keselarasan, terutama bagi perempuan yang menjalani banyak peran sekaligus.

Dengan memanfaatkan workplace wellness secara optimal, baik di level individu maupun organisasi, siapapun bisa menciptakan tempat kerja yang lebih sehat, produktif, dan manusiawi. Pada akhirnya, kesejahteraan mental bukan hanya tanggung jawab pribadi, tetapi juga tanggung jawab bersama antara karyawan dan perusahaan.

Tagged in :

Leave a Reply