
Baru enam bulan menjabat sebagai Direktur Utama Telkomsel, sosok wanita yang satu ini didaulat menjadi Direktur Keuangan Pertamina. November 2020 ini, Emma Sri Martini genap satu tahun berkarir di perusahaan minyak plat merah di Indonesia.
Emma sendiri bukanlah orang baru di lingkungan BUMN di Indonesia. Setelah meraih gelar sarjana Teknik Informatika dari Institut Teknologi Bandung, Emma langsung memulai karirnya di PT Kustodian Depositori Efek Indonesia. Kala krisis moneter melanda Indonesia pada 1998 silam, wanita kelahiran Majalengka ini ditunjuk sebagai group head Badan Penyehatan Perbankan Indonesia.
Selang 4 tahun, Emma kemudian menjabat sebagai senior vice presiden di BPPN. Ketika lembaga tersebut dibubarkan oleh presiden pada 2004, peraih gelar master dari Harvard Kennedy School Executive Education ini meneruskan karirnya sebagai Direktur Keuangan dan Support PT Perusahaan Pengelola Aset. Pada saat yang sama, Emma juga memegang jabatan komisaris PT Trans Pacific Petrochemical Indotama. Baru pada 2009 Emma melepaskan kedua jabatan tersebut dan beralih ke PT Sarana Multi Infrastruktur.
Di perusahaan tersebut, Emma menjabat sebagai Direktur Utama. Dia bekerja dalam koordinasi Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Dikutip dari Katadata.co.id, selama kiprahnya, Emma berhasil mencetak laba komprehensif sebesar Rp. 1,73 triliun pada tahun 2018. Angka tersebut meningkat 39,51 persen secara year on year. Genap 10 tahun memimpin SMI, Emma kemudian didaulat menjadi Direktur Utama Telkomsel pada Mei 2019.
Kesuksesannya dalam berkarir tak lepas dari prinsip keseimbangan dalam hidupnya. Dia juga dikenal sebagai sosok yang berusaha menghadirkan suasana nyaman di kantor. Hal ini membuat para karyawan menganggap kantor sebagai rumah kedua.***


















Leave a Reply