Empat Tips Meniti Karir di Perusahaan Teknologi bagi Wanita

Redaksi Srikandi BUMN Avatar
Ilustrasi (Foto: Pexels)

Teknologi dan industrinya masih jadi dominasi para lelaki. Setidaknya, data inilah yang mencuat pada survei Statista di berbagai perusahaan teknologi besar di dunia. Presentase jumlah wanita masih jauh di bawah lekaki. Padahal, sudah ada wanita yang memimpin beberapa perusahaan teknologi di tingkat global.

Statista sendiri merilis bahwa jumlah persentase tertinggi wanita di perusahaan teknologi terdapat di Netflix dengan angka 43% dari total karyawan. Adapun Microsoft memiliki jumlah wanita terendah dengan angka 26% dari keseluruhan karyawan. Dari angka tersebut, antara 15% hingga 28% wanita bekerja di sektor yang berkaitan dengan teknologi. Adapun jumlah wanita yang berada di posisi senior dalam perusahaan teknologi ada di kisaran 19% hingga 41%.

Lalu, apa yang perlu wanita lakukan agar bisa unggul di perusahaan teknologi? Dilansir dari Glints, berikut ini 4 tips yang perlu dilakukan agar bisa diterima di lingkungan industri di bidang teknologi.

  1. Kerja Keras
    Perusahaan teknologi cenderung bergerak jauh lebih cepat dibandingkan perusahaan di bidang lainnya. Demikian pula karyawan di dalamnya harus mampu beradaptasi dan mengikuti perubahan yang pesat pula. Ini pula yang harus dilakukan oleh para wanita yang bekerja di sektor teknologi. Mereka harus mampu belajar dan bekerja lebih cepat dan keras dibandingkan bekerja di sektor lainnya.
  2. Percaya Diri
    Banyak perusahaan teknologi membuka kesempatan kepada wanita untuk bekerja di dalamnya. Hanya saja, kesempatan ini tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Pasalnya, para wanita merasa tidak percaya diri untuk melakoninya. Oleh karena itu, penting untuk para wanita agar mampu membangun rasa percaya dirinya dan menyingkirkan rasa mudah terintimidasi. Kelly Sheng, Associate Director of Technologi AT&T menyarankan agar para wanita mau menerima tantangan baru di perusahaan. Hal ini membuat mereka mendapatkan celah untuk belajar dan ruang untuk berkembang.
  3. Perusahaan yang Tepat
    Perhatikan juga karakter perusahaan teknologi yang tepat bagi wanita untuk berkarir di dalamnya. Kelly menyarankan untuk mencari informasi tentang para wanita yang bekerja di posisi teknis dan strategis di perusahaan teknologi tersebut. Cari tahu juga perilaku dan kultur perusahaan terhadap para wanita. Selain itu, kita juga bisa melihat aktivitas eksternal perusahaan teknologi terhadap publik. Sebagai contoh, AT&T mendukung wanita untuk berkarir di bidang teknologi dengan mensponsori berbagai pelatihan pemrograman.
  4. Gigih
    Sebuah tantangan seringkali merupakan kesempatan untuk maju dan berkembang. Hal ini yang pernah dibuktikan oleh Juliana kala mengawali karirnya di ASUS. Dia mampu mengoptimalkan tantangan menjadi kesempatan untuk berkembang. Posisi sebagai manajer pemasaran, produk, hingga pengembangan merk pernah diembannya. Kala itu, dia berusaha gigih dan tidak lekas menyerah. Hasilnya, kini dia menjadi salah satu wanita yang berprestasi di ASUS Indonesia.***

Leave a Reply