Setia Milatia Moemin, CEO Terbaik untuk Tranportasi Berkualitas

Redaksi Srikandi BUMN Avatar
Setia Milatia Moemin, Direktur Utama Perum Damri (Foto: tempo.co)

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (Damri) kerap identik dengan laki-laki: bus, jalanan, dan mesin. Namun, siapa sangka, pucuk pimpinannya merupakan seorang wanita. Sejak Desember 2017, Setia Milatia Moemin diangkat sebagai Direktur Utama Perum Damri. Sejak itu pula, perusahaan transportasi plat merah ini mengalami banyak kemajuan yang signifikan.

Wanita yang akrab disapa Tia ini memang termasuk sosok pekerja keras. Dikutip dari Kabar Penumpang, Setia menggunakan setiap waktunya untuk berpikir dan produktif. Bahkan, dalam sehari, waktu tidur rata-ratanya hanya empat jam saja. Selebihnya, dia pergunakan untuk bekerja. Tidak heran bila Setia berhasil meraih Chief Executive Officer (CEO) terbaik dalam ajang Anugerah BUMN. Bukan hanya sekali, melainkan sampai empat kali hingga tahun 2020 ini.

“Saya suka tantangan,” aku alumni Teknik Sipil Transportasi Universitas Indonesia ini. Hal ini pula yang membawanya berkecimpung di bidang transportasi darat. Menurutnya, penataan transportasi laut dan udara sudah begitu baik. Hanya saja, transportasi darat masih butuh banyak penataan. Hal inilah yang membuatnya memiliki banyak medan juang ketika mulai terjun mengawaki Damri.

Caranya pun termasuk unik. Bagi wanita kelahiran 24 Maret 1961 ini tantangan dalam bekerja merupakan media untuk memperkaya wawasan diri. Oleh karena itu, dia berusaha untuk menikmati setiap prosesnya dengan baik. Pada waktunya kelak, tantangan ini justru membuat dirinya lebih baik dari periode sebelumnya.

Berbicara tentang DAMRI, sosok yang pernah mengetuai Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) DKI Jakarta ini memaparkan bahwa perusahaan transportasi plat merah tersebut memiliki tujuh segmen usaha. Selain angkutan kota dan antar-kota, Damri juga memiliki usaha antar-lintas negara, angkutan pemadu kota (bus bandara), travel, penugasan pemerintah, serta angkutan logistik. Sejauh ini, dikutip dari Obsession News, angkutan bandara mencetak 40 persen pendapatan.

Meskipun demikian, Setia berharap segmen usaha lainnya mampu berkontribusi lebih besar lagi untuk perusahaan. Pada tahun-tahun mendatang, dia akan membangun unit bisnis baru untuk memperkuat posisi perusahaan di bidang transportasi di Indonesia. Selain itu, digitalisasi juga akan menjadi bagian yang tidak akan terpisahkan dalam operasional Damri. Tidak mudah memang, tetapi Tia yakin bahwa BUMN seperti Damri bisa bangkit dan bergerak dinamis pada masa-masa yang akan datang.***

Leave a Reply