
Perempuan yang berkarya di PLN semakin banyak dari tahun ke tahun. Perusahaan listrik milik negara tersebut selalu membuka kesempatan bagi para perempuan di berbagai tingkatan, mulai dari bidang teknis hingga jajaran direktur. Bagi Syofvi Felienty Roekman, perempuan perlu memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk berpartisipasi dalam pembangunan negeri.
Syofvi merupakan satu dari ribuan perempuan yang bekerja di PLN. Sejak Mei 2020 silam, wanita asal Surabaya ini didaulat sebagai Direktur Human Capital dan Management PLN. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Direktur Perencanaan Korporat dan General Manager Distribusi Banten perusahaan berlambang kilat tersebut.
Lebih lanjut, dalam wawancaranya di majalah InPower, Syofvi memandang bahwa perempuan memiliki keunikan sekaligus kelebihan sendiri. Selain lebih ulet dan teliti serta tangguh, perempuan juga mampu melakukan berbagai tugas dalam satu waktu. Meskipun demikian, tanggung jawab utama seorang perempuan tetap keluarga. “Kita tidak bisa mengabaikan tanggung jawab di rumah,” ungkap perempuan kelahiran Maret 1971 ini.
Menurut Syofvi, bila kondisi keluarga sudah baik, urusan di kantor pun akan nyaman. Dalam hal ini, keluarga bukanlah beban. Sebaliknya, mereka merupakan motivasi dan pemicu semangat bagi perempuan untuk bekerja. Oleh karena itu, Syofvi mengajak para perempuan di PLN harus mampu membangun kerja tim dengan keluarga. Bagaimana pun, dukungan mereka tetaplah yang utama bagi para perempuan.
Dalam karir, Syofvi mengajak para perempuan untuk berani keluar dari zona nyaman dan berani mengambil tantangan yang lebih besar. Tentunya, hal ini juga harus dibarengi dengan kerja yang lebih keras. Targetnya sendiri bukan mengejar karir, melainkan bekerja dengan ikhlas dari hati. Selebihnya, sukses dalam karir merupakan bonus dan amanah semata.
Aspek yang tak kalah penting lainnya, Syofvi mengajak para perempuan untuk menjadi diri sendiri. Dengan cara ini, maka seorang perempuan mampu berkontribusi yang terbaik bagi perusahaan dan juga negara. “Dalam setiap penugasan, saya harus total di sana dan menjadi diri sendiri,” ungkapnya.***


















Leave a Reply