4 Rekomendasi Buku Kepemimpinan Untuk Perempuan

Redaksi Srikandi BUMN Avatar

Semakin banyaknya peran perempuan yang menduduki posisi kepemimpinan dalam perusahaan maupun organisasi, semakin banyak pula tantangan yang harus dihadapi saat memimpin tim. Oleh karena itu, setiap pemimpin perempuan sebaiknya terus meningkatkan kapasitas dalam mendukung perannya tersebut.

Penguatan kapasitas bukan hanya dari berbagai pelatihan formal saja namun bisa juga diperoleh dari membaca buku. Dengan membaca buku, seorang pemimpin dapat meningkatkan wawasan kepemimpinannya dengan lebih fleksibel.

Srikandi dapat mengambil referensi dari empat buku leadership internasional yang dapat dijadikan referensi utama seperti Buku berjudul Lean In karya Sheryl Sandberg, Women and Leadership karya Julia Gillard & Ngozi Okonjo-Iweala, Dare to Lead  karya Brene Brown dan Radical Candor karya Kim Malone Scott.

Keempat buku ini dipilih karena memiliki relevansi tinggi, baik untuk pengembangan diri sebagai individu maupun penguatan kerja tim di organisasi besar. Artikel ini akan mengulas sinopsis masing-masing buku dengan lebih tajam, sekaligus menjelaskan bagaimana prinsip-prinsip kepemimpinan tersebut dapat diaplikasikan oleh para Srikandi BUMN.

1. Lean In – Sheryl Sandberg

Sheryl Sandberg, mantan COO Facebook (Meta), menulis buku Lean In sebagai manifesto untuk mendorong perempuan agar lebih percaya diri dalam mengambil peran kepemimpinan. Sinopsis inti dari buku ini adalah bahwa banyak perempuan yang sering kali “menarik diri” atau tidak memanfaatkan kesempatan kepemimpinan karena terhambat faktor budaya, stereotip gender, atau rasa takut dianggap ambisius. Sandberg menantang perempuan untuk berani “lean in”, yakni maju, duduk di meja diskusi dan menyuarakan gagasan mereka.

Secara individu, pesan buku ini menguatkan kepercayaan diri pemimpin perempuan agar tidak ragu mengambil tanggung jawab strategis dalam perusahaan besar. Sementara pada level tim, semangat “lean in” dapat menginspirasi perempuan lain di lingkup BUMN untuk aktif berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan, menciptakan budaya organisasi yang inklusif.


2. Women and Leadership: Real Lives, Real Lessons – Julia Gillard & Ngozi Okonjo-Iweala

Buku ini menghadirkan kombinasi pengalaman Julia Gillard, mantan Perdana Menteri Australia dan Ngozi Okonjo-Iweala, ekonom dunia yang kini menjabat Direktur Jenderal WTO. Sinopsis yang paling tajam dari buku ini adalah penyajian kisah nyata perjalanan kepemimpinan perempuan di level global. Gillard dan Ngozi menggambarkan tantangan nyata berupa resistensi gender, kritik publik hingga pengambilan keputusan besar yang penuh tekanan politik. Namun, dari setiap cerita, pembaca diajak untuk melihat bahwa kepemimpinan perempuan memiliki kekuatan unik, yaitu resiliensi, empati dan kolaborasi lintas batas.

Sebagai individu, buku ini mengajarkan bagaimana membangun daya tahan mental, ketegasan, dan visi yang kuat meski berada di tengah situasi kompleks. Sementara dalam konteks kerja tim, pelajaran kolaborasi lintas sektor dan diplomasi dapat diaplikasikan oleh Srikandi yang memimpin unit kerja dengan banyak pemangku kepentingan.


3. Dare to Lead – Brene Brown

Brene Brown, peneliti tentang keberanian dan kerentanan, menghadirkan buku Dare to Lead dengan sinopsis yang menekankan bahwa pemimpin sejati bukanlah mereka yang selalu terlihat tangguh, melainkan yang berani menunjukkan kerentanan, membuka ruang kepercayaan, dan membangun koneksi autentik dengan tim. Brown menguraikan bahwa keberanian dalam kepemimpinan lahir dari kemauan untuk jujur, menerima ketidaksempurnaan dan tetap melangkah meski penuh ketidakpastian.

Bagi individu, buku ini mengajarkan pentingnya keberanian mengambil keputusan meski tidak ada jaminan hasil yang sempurna. Sementara dalam kerja tim, pemimpin yang menerapkan prinsip Dare to Lead akan mampu menciptakan budaya keterbukaan, di mana setiap anggota merasa aman menyampaikan ide maupun kritik tanpa takut dihakimi.



4. Radical Candor – Kim Malone Scott

Buku Radical Candor memberikan pendekatan praktis tentang bagaimana seorang pemimpin bisa memberikan umpan balik dengan jujur namun tetap penuh empati. Sinopsis utamanya adalah bahwa kepemimpinan yang efektif membutuhkan kombinasi antara perhatian pribadi (care personally) dan keberanian untuk menantang secara langsung (challenge directly). Kim Scott menekankan bahwa feedback yang baik tidak hanya memuji, tetapi juga mengoreksi dengan cara yang membangun, sehingga hubungan tetap sehat.

Secara individu, buku ini melatih kemampuan komunikasi pemimpin perempuan untuk tetap tegas sekaligus hangat. Sedangkan dalam konteks tim, penerapan Radical Candor menciptakan lingkungan kerja di mana anggota tim bisa berkembang berkat komunikasi terbuka, saling percaya, dan keterhubungan emosional.

Keempat buku leadership ini memiliki relevansi kuat bagi para Srikandi BUMN. Lean In memberikan dorongan untuk lebih percaya diri dan berani mengambil peran. Women and Leadership menyajikan pelajaran nyata tentang resiliensi dan kolaborasi dari pemimpin perempuan global. Dare to Lead mengingatkan bahwa keberanian sejati lahir dari kerentanan dan keterhubungan. Sementara Radical Candor menawarkan pendekatan komunikasi efektif berbasis kejujuran dan empati.

Dengan mengadopsi nilai-nilai dari buku-buku ini, Srikandi BUMN dapat memperkuat kepemimpinan individu sekaligus membangun budaya tim yang sehat dan kolaboratif. Mereka tidak hanya menjadi pemimpin yang tangguh, tetapi juga inspiratif bagi generasi pemimpin berikutnya. Inilah saatnya para Srikandi BUMN “lean in”, berani memimpin dengan integritas dan menciptakan transformasi nyata di dunia kerja BUMN maupun skala nasional.

  

Leave a Reply