Vina Muliana, Menyelaraskan Profesionalisme dan Kreativitas Sebagai Napas dalam Karier

Redaksi Srikandi BUMN Avatar
Sumber Foto: Kompas TV

Pada suatu titik dalam perjalanan kariernya, Vina Muliana merasakan sebuah panggilan yang tak bisa diabaikan. Setelah bertahun-tahun meniti jalan di perusahaan swasta, hatinya berbisik bahwa ada ruang pengabdian yang lebih luas, ruang untuk memberi makna yang melampaui target dan angka. Ketika akhirnya ia bergabung di Danantara, langkah itu bukan sekadar keputusan profesional, melainkan bentuk cinta dan kontribusi nyata yang dapat diberikannya  pada negeri melalui kemampuan yang dikuasainya.

“Saya bergabung di Danantara, yaitu di MIND.ID sebagai motivasi untuk berkontribusi lebih luas lagi, ini adalah cara saya memberikan pengabdian nyata untuk negara,” ujarnya.

Kontribusi nyata tersebut tertuang dalam kiprahnya di Danantara dengan terlibat langsung dalam berbagai program pembangunan nasional. Kak Vina juga menemukan semangat tinggi saat terhubung dengan berbagai pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam mewujudkan berbagai aspirasi untuk kemajuan bangsa dari kerja cerdasnya.

Menjunjung Tinggi Empati dalam Pekerjaan

Menjadi pemimpin berarti artinya harus siap menghadapi keputusan yang tak akan bisa memenuhi keinginan semua orang. Saat Kak Vina dihadapkan pada dilema antara kepentingan bisnis dan kesejahteraan karyawan, Kak Vina mengungkapkan bahwa keputusan terbaik bukan tentang memilih satu sisi, tapi menemukan titik tengah yang bijak.

Ia selalu berusaha memastikan setiap keputusan tetap manusiawi. “Kalau memang perusahaan harus efisiensi, saya pastikan prosesnya transparan dan menghargai martabat semua pihak.” Prinsipnya sederhana, bisnis boleh rasional, tapi tetap melibatkan hati agar tercipta empati yang berbuah pengertian.

Menyikapi Tantangan Gender dalam Dunia Kerja

Sebagai perempuan yang bekerja di tempat yang masih didominasi laki-laki, Kak Vina tidak menutup mata pada berbagai tantangan di sana. Contohnya saat keputusannya diragukan hanya karena Ia perempuan. Alih-alih tersinggung, Kak Vina justru menjawab dengan bukti kemampuannya memecahkan masalah dengan penyajian data. Setiap keputusan yang diajukannya selalu berlandaskan data dan analisis kuat.

“Bagi saya, yang membedakan seseorang bukan gendernya, tapi kemampuannya,” tegasnya.

Kak Vina juga menganggap bahwa tantangan gender ini sebagai peluang untuk berkolaborasi dalam memajukan perusahaan. Semua pihak dapat saling mengisi dan memperbaiki celah kekurangan dengan kapasitas masing-masing tanpa memandang gender.

Dari Srikandi untuk Negeri

Sebagai bagian dari Srikandi Danantara, Kak Vina menjadi salah satu pengurus dalam bidang Learning Program, dalam kapasitasnya di bidang edukasi dan komunikasi digital, Kak Vina merumuskan dua inisiatif besar yang digagasnya, yaitu melakukan transformasi konten menjadi kurikulum dan membangun jaringan mentor digital. Dua inisiatif ini ingin diwujudkannya sebagai upaya memberikan akses belajar gratis dan praktis untuk seluruh perempuan Indonesia hingga akar rumput.

Sedangkan inisiatif kedua, diharapkan menjadi jembatan antara talenta terbaik Danantara dan masyarakat luas, sehingga para perempuan dari seluruh Indonesia dapat belajar langsung dari para profesional tanpa harus datang ke pusat.

“Bayangkan kalau para Srikandi Danantara bisa berbagi ilmu lewat masterclass tentang karier, keuangan, atau public speaking. Kita bisa menjangkau perempuan dari Sabang sampai Merauke,” katanya penuh semangat.

Aktualisasi Diri Bukan Sekadar Keseimbangan

Srikandi yang merupakan None Jakarta pada pemilihan Abang None Jakarta 2014 ini selain menjalani kegiatan profesional dan komunitas, juga memiliki peran sebagai istri dan pribadi yang aktif dalam menjalani hobi dan pengembangan diri secara personal.

Bagi Kak Vina, proses membagi waktu tidak dilakukan secara kaku namun dengan cara menyelaraskan antara pekerjaan, keluarga dan aktualisasi diri dengan integrasi yang efektif dan efisien. Kak Vina memanfaatkan teknologi, seperti aplikasi manajemen waktu, alat komunikasi digital, hingga pengingat otomatis agar memastikan semua peran yang dijalani terpenuhi dengan kehadirannya yang utuh.

“Saya memastikan setiap tugas disesuaikan dengan urgensinya. Saat bekerja, saya fokus penuh, dan ketika bersama keluarga, saya benar-benar hadir,” katanya.

Kak Vina memberi pandangan bahwa pekerjaan bukan satu-satunya ruang aktualisasi diri. Ia menemukan energi baru dari aktivitas di luar kantor juga. Salah satunya lewat komunitas dan kegiatan sosial.

“Di luar pekerjaan, saya belajar hal-hal yang membantu menjaga kesehatan mental dan membuka perspektif baru,” tuturnya.

Salah satu pengalaman yang berkesan adalah keterlibatannya di Abang None Jakarta, di mana Ia belajar tentang budaya, kepemimpinan, dan komunikasi publik. Dari sana, Kak Vina menemukan bahwa berbicara di depan publik bukan hanya soal menyampaikan pesan, tapi tentang menyentuh hati pendengar. Di samping itu, Kak Vina juga dapat membantu upaya pemerintah dalam mempromosikan pariwisata Jakarta.

Tak berhenti di situ, Kak Vina juga dikenal sebagai content creator edukatif di media sosial. Lewat akun pribadinya, Ia berbagi tips karier, cara membuat CV, hingga panduan wawancara kerja.

“Awalnya hanya ingin berbagi, tapi ternyata banyak yang terbantu. Dari situ saya sadar, berbagi itu adalah sebuah kekuatan.”

Nilai yang Membentuk Prestasi dan Kontribusi

Nilai-nilai yang membentuk diri Kak Vina yang selaras antara dunia profesional dan kreativitas menjadi sebuah kekuatan perjalanan kariernya, dibentuk dari berbagai akumulasi prestasi lintas bidang, misalnya spesialisasi dan expertise yang fokus pada dunia karier dan SDM, memberikan solusi dalam pekerjaannya dengan insightful dan terukur yang berangkat dari pengetahuan solid dan pengalaman nyata.

Lalu Kak Vina juga menjunjung tinggi nilai dalam memberikan transparansi edukatif melalui media sosial. Edukasi yang dibagikannya seputar tips karier, pembuatan CV, hingga wawancara kerja untuk membantu orang lain dalam memahami dunia kerja dengan lebih terbuka dan realistis.

Persistence dan konsistensi adalah nilai selanjutnya yang menjadi kunci Kak Vina meraih berbagai pencapaian, baik dalam dunia karier maupun prestasi di luar pekerjaan. Semua pencapaiannya tidak diraih dengan instan. Kak Vina terus mengasah kemampuannya dalam berbagai program pendidikan formal maupun informal. Misalnya, Kak Vina yang lulusan Sarjana Pertanian, melanjutkan studi S2 di bidang yang relevan. Lalu diperkuat dengan mengikuti program sertifikasi, dan secara bertahap membangun kredibilitas serta personal branding.

Sumber Foto: Chanelmuslim.com

Prestasi di luar pekerjaan, di antaranya sebagai kreator konten yang membawa nilai-nilai positif tentang dunia kerja di Danantara, prestasi yang didapatkannya adalah sebagai Pemenang Tik Tok Awards Indonesia 2021, kategori Best of Learning & Education. Prestasi lainnya yaitu masuk dalam Forbes 30 Under 30 Asia 2022.

“Semua pencapaian itu, saya raih dengan berbagai proses yang konsisten dan berani keluar dari zona nyaman, hasilnya memberikan bukti yang melebihi ekspektasi,” ungkapnya berbinar.  

Sebagai bagian dari Danantara Indonesia sekaligus kreator konten, Kak Vina membuktikan bahwa komunikasi digital dapat menjadi sarana edukasi publik yang efektif. Ia memandang bahwa kredibilitas profesional dapat disampaikan dengan fleksibel dan gaya ringan, yang penting tidak keluar dari substansi dan pesannya tersampaikan dengan kuat.

Kak Vina menutup perbincangan dengan pesan yang menyentuh, “Perempuan Indonesia harus berani. Jangan menunggu kesetaraan datang. Siapkan diri dengan skill dan kepercayaan diri kuat. Dunia profesional memang kompetitif, tapi kita bisa bersinar jika kita tahu caranya supaya bisa ‘terlihat’ serta mampu berdiri sendiri dengan rasa percaya diri.”

Ia percaya bahwa setiap perempuan punya potensi besar untuk menjadi agen perubahan. “Gunakan suara dan platform-mu untuk menginspirasi. Karena kita bukan penonton dalam sejarah, kita harus jadi bagian dari pelakunya dan menciptakan tren dengan kapasitas masing-masing.”

Dengan semangat itu, Kak Vina Muliana terus berjalan, bukan hanya sebagai Srikandi Danantara, tapi sebagai simbol perempuan Indonesia yang berani menembus batas, berdiri tegak dengan empati, dan menebar cahaya perubahan di setiap langkahnya.

Tagged in :

Leave a Reply