
Perempuan karir kerap menghadapi cobaan dari lingkungan kerjanya. Pasalnya, ada bias terhadap perempuan yang kerap dianggap inkompeten dan lemah. Ketika terjadi, perempuan sebaiknya mengedepankan kasih sayang dan kolaborasi, alih-alih konflik.
Demikian disampaikan oleh Ira Puspadewi, Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, kala menjadi salah satu pembicara Talkshow dalam Perayaan Hari Ibu Seluruh BUMN di Auditorium Plaza Mandiri, Jakarta, pada 22 Desember 2020 lalu. Dipandu oleh Ersa Mayori, Ira bersama empat direktur BUMN lainnya berbagi pengalamannya sebagai pemimpin wanita di perusahaan BUMN.
Ira kemudian mencontohkan dengan hasil penelitian yang membandingkan antara primata berjenis Simpanse dan Bonobo. Pada komunitas Simpanse, pemimpinnya selalu jantan. Adapun pada komunitas Bonobo, pemimpinnya selalu betina. Angka kematian dalam komunitas Simpanse lebih tinggi dibandingkan Bonobo. Pasalnya, pemimpin Bonobo selalu mengelola anggota komunitasnya dengan cinta dan kasih sayang. Bila ada pertengkaran, umumnya si pemimpin komunitas Bonobo akan merangkul si jantan. “Alam pun membuktikan bahwa perempuan bisa mengatasi masalah tanpa harus merasa terirorial, tetapi berkolaborasi,” papar mantan Direktur Utama PT Sarinah ini.
Tentunya, dalam perusahaan para pemimpin perempuan tidak bisa merangkul-rangkul para pria seperti pada komunitas Bonobo. Namun, menurut Ira, para Srikandi BUMN harus selalu mengedepankan kolaborasi dan mengayomi timnya. Hal ini bisa diterapkan di berbagai perusahaan, termasuk di perusahaan yang 90 persen karyawannya laki-laki, termasuk perusahaan yang Ira pimpin.
Peraih gelar Doktor Manajemen Stratejik dari Universitas Indonesia ini juga pernah harus menghadapi sosok pria yang tampak mengetes kompetensi kepemimpinan dirinya. Pria yang dideskripsikannya berbadan tinggi dan berotot besar itu pun Ira ajak bertemu di ruangannya. Sepanjang obrolan, Ira berusaha memahami hal yang menjadi keprihatinan sosok tersebut. Hasilnya, masalah pun selesai tanpa harus ada konflik. “Saya kira kuncinya kolaborasi,” simpulnya.
Perkuat Support System
Pada kesempatan tersebut, alumni Universitas Brawijaya ini mengajak para Srikandi BUMN untuk membangun sistem dukungan dalam keluarganya, khususnya dari suami. Menurutnya, selama 17 tahun bekerja, Ira dan suaminya saling mendukung untuk tetap memenuhi kebutuhan rumah tangga, khususnya terkait pengasuhan terhadap anak. “Setiap keluarga punya komitmen masing-masing, itu penting banget,” tandasnya.
Elemen sistem pendukung lainnya juga berasal dari para asisten rumah tangga. Menurut Ira, mereka merupakan manusia yang baik dan punya cinta serta kasih sayang. Oleh karena itu, dirinya mendukung para ibu yang berkarir untuk menitipkan anak-anaknya kepada asisten rumah tangga. Meskipun demikian, mantan Direktur Global Initiative GAP dan Banana Republic untuk Regional Asia ini mengingatkan agar para wanita karir bersikap baik kepada asisten rumah tangga.
Bila sistem pendukung di rumah baik, Ira menjamin karir perempuan juga bisa baik. Oleh karena itu, dia mengingatkan agar para perempuan karir untuk mulai menciptakan kesepakatan dengan suami dan membangun ekosistem di rumah.***


















Leave a Reply