Redaksi Srikandi BUMN
-

Peringati Hari Kartini, Srikandi BUMN Dorong Kepemimpinan Perempuan
.
“Peluang kesempatan bisnis di Indonesia senilai 135 miliar dolar AS akan hilang bila Indonesia tidak mengembangkan potensi perempuan,” kata Tina Kemala Intan dalam acara bertajuk “Women in Leadership: Achieving a Competitive and Igniting Change.”
-

Kisah Dua Srikandi PLN Di Balik Pembangunan Menara Darurat Pulau Timor
.
Dikutip dari ANTARA, ada peran dua perempuan tangguh di garis depan penanganan pascabencana badai siklon tropis Seroja yang menghantam Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka adalah Rosalia Widya Astuti Chandra dan Putri Ramadani, yang terjun langsung menjadi tim relawan PLN serta bekerja di garda terdepan di tower 19 dan 20 yang roboh akibat bencana…
-

Hari Kartini 2021: Menteri BUMN berharap Srikandi BUMN menjadi core dalam transformasi BUMN
.
Memperingati Hari Kartini 2021, Forum Human Capital Indonesia (FHCI) melalui Srikandi BUMN Indonesia, berkoordinasi dengan Kementerian BUMN, menyelenggarakan peringatan bertajuk รยขรขโยฌร โWomen in Leadership: Achieving a Competitive and Igniting Changeรยขรขโยฌรย untuk menghargai peran dan kontribusi perempuan dalam kepemimpinan, khususnya di BUMN.
-

Srikandi BUMN Indonesia menyelenggarakan Peringatan Hari Kartini 2021 bertajuk รยขรขโยฌร โWoman in Leadership: Achieving a Competitive and Igniting Change.รยขรขโยฌรย
.
Raden Ayu Kartini, salah satu dari sedikit tokoh hak perempuan di masanya, akan berusia 142 tahun pada tahun ini. Tepat di saat pandemi bernama COVID-19 mengurung tidak hanya perempuan tapi seluruh warga dunia di dalam rumah mereka.
-

Setia Milatia Moemin: Pelajaran dari Tuhan
.
Rumah tangga dan lingkungan kantor bukanlah dua hal yang terpisah. Justru, keduanya merupakan satu rangkaian aktivitas yang saling melengkapi satu sama lain. Para perempuan yang bisa memadukan rumah tangga dan lingkungan kantornya sebagai sarana untuk mengembangkan dirinya akan keluar sebagai sosok yang sukses.
-

Ira Puspadewi: Hadapi dengan Kasih Sayang
.
Perempuan karir kerap menghadapi cobaan dari lingkungan kerjanya. Pasalnya, ada bias terhadap perempuan yang kerap dianggap inkompeten dan lemah. Ketika terjadi, perempuan sebaiknya mengedepankan kasih sayang dan kolaborasi, alih-alih konflik.
-

Adi Sulistyowati: Memimpin Layaknya Seorang Ibu
.
Pada dasarnya, kepemimpinan punya karakteristik masing-masing. Meskipun demikian, perempuan memiliki karakteristik kepemimpinan yang lebih unggul dibandingkan pria. Tidak heran bila di balik keberhasilan para pemimpin dunia, ada didikan wanita dan seorang ibu.
-

Alexandra Askandar: Tingkatkan Kompetensi Digital Perempuan
.
Perempuan masa depan tidak hanya mampu untuk memanfaatkan teknologi digital. Lebih dari itu, mereka juga harus meningkatkan kompetensinya di bidang yang kini banyak didominasi kaum Adam. Dalam hal ini, para manajemen senior perlu memnfasilitasi dan mendorong perempuan guna melakukan upscaling dan rescaling agar bisa bersaing di era digital.
-

Nicke Widyawati: Tidak Ada Karpet Merah untuk Jadi Pemimpin
.
Meskipun pemerintah melalui kementerian BUMN menargetkan pemimpin perempuan sebanyak 15 persen di perusahaan BUMN, tetapi bukan berarti para perempuan mendapatkan perlakuan khusus.


















