Adi Sulistyowati, Memimpin dengan Kasih Sayang

Redaksi Srikandi BUMN Avatar
Adi Sulityowati, Wakil Direktur Utama BNI (Foto: infobanknews.com)

Menjadi direktur merupakan impian banyak orang, tetapi tidak bagi Adi Sulistyowati. Bahkan, kala lulus kuliah silam, dia ingin menjadi pramugari atau sekretaris. Namun, nasib berkata lain. Alih-alih, dia malah menjadi bankir, bahkan masuk ke dalam jajaran direksi selang 30 tahun setelahnya.

Kini, lulusan Manajemen Universitas Krinadwipayana ini menjabat sebagai Wakil Direktur Utama BNI. Sebelumnya, Adi menjabat sebagai Direktur Hubungan Kelembagaan dan Direktur Layanan dan Jaringan di perusahaan yang sama. Padahal, dia memulai karirnya dari nol sebagai asisten pemasaran di BNI Cabang Menteng, Jakarta Pusat, pada 1988.

Pada tahun-tahun permulaan sebagai pegawai bank, Adi sendiri hanya berusaha untuk melakukan tugasnya sebaik-baiknya dan bekerja sekeras-kerasnya. Dilansir dari Minews, kala itu, Adi harus berjalan kaki dari pintu ke pintu untuk menawarkan produk bank. Saat itu, dia berkeyakinan untuk selalu mengupayakan yang terbaik dan bekerja dengan hati yang ringan. Hasilnya, perempuan yang akrab disapa Susi ini berhasil memasarkan 600 tabungan haji. Padahal, tabungan ini termasuk lesu peminat kala itu.

Perlahan, karir Adi mulai naik. Perempuan kelahiran 1967 ini mulai menduduki posisi manajemen. Salah satu prestasi terbaiknya, Adi pernah memegang posisi pimpinan wilayah Jakarta Senayan pada era 2010-2012. Posisi ini membuatnya menjadi perempuan pertama yang menjadi pemimpin wilayah di BNI. Tiga tahun berselang, Adi melenggang ke jajaran direksi BNI. Pada posisi ini, dia menjadi pegawai perempuan pertama BNI yang menjabat sebagai direktur. Sebelumnya, direksi perempuan selalu berasal dari luar perusahaan.

Sebagai perempuan karir, Adi harus rela kehilangan banyak waktu bersama keluarganya. Bahkan, pernah dia tidak bisa bertatap muka dengan anak-anaknya lantaran jarak rumah dan kantor yang terlampau jauh. Meskipun demikian, dia pun berusaha bekerja keras dalam urusan keluarga. Adi pernah menyewa tempat tinggal yang lebih dekat ke kantor hanya agar mampu mengantarkan anak-anaknya ke sekolah sebelum bekerja.

Kala waktu senggang, keluarga merupakan prioritas utama ibu dua orang anak ini. Bila akhir pekan tiba, Adi meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan bersama keluarga, seperti menonton bioskop dan juga liburan. Hal ini dia lakukan untuk membangun kualitas yang lebih baik dengan keluarga. Beruntung, Adi juga punya seorang suami yang pengertian dan selalu mendukung karirnya selama ini. Tanpanya, tidak mungkin Adi mampu berada di posisinya seperti sekarang ini.

Dalam memimpin, Adi berusaha untuk mengedepankan naluri seorang ibu. Dalam hal ini, dia selalu mengedepankan kasih sayang kepada bawahannya, termasuk ketika dirinya mengeluarkan teguran kepada mereka. Khusus kepada pekerja perempuan, Adi selalu mengingatkan mereka untuk selalu meningkatkan profesionalisme, kompetensi, kapasitas, dan loyalitas. Bagaimana pun, kesempatan untuk berkarir itu ada. Sisanya, para perempuan harus bekerja keras untuk menggapainya.***

Leave a Reply